Pages

Pengembangan Alinea (Paragraf)

Senin, 07 November 2016

1. Pengertian Alinea

      Alinea adalah bagian wacana yang mengungkapkan suatu pikiran yang lengkap atau satu tema yang dalam ragam tulis ditandai oleh baris pertama yang menjorok kedalam atau jarak spasi yang lebih.Dalam kamus tersebut alinea diartikan pula sebagai paragraf.
     Kata paragraf diserap dalam bahasa Indonesia dari bahasa Inggris paragraph, sedangkan alinea diserap dari bahasa Belanda dengan ejaan yang sama. Kata alenia bahasa Belanda itu sendiri berasal dari bahasa latin a lenia yang berarti ‘mulai dari baris baru’. Adapun bahasa Inggris paragraph berasal dari bahasa Yunani para yang berarti ‘sebelum’ dan grafein yang berarti ‘menulis; menggores'.
     Pada mulanya paragraf atau alenia tidak dituliskan terpisah dengan mulai garis baru seperti yang kita kenal sekarang, tetapi dituliskan menyatu dalam sebuah teks dengan menggunakan tanda sebagai ciri awal paragraf.

2. Jenis Paragraf

  • Paragraf Deduksi
    Deduksi berarti berfikir dari umum ke khusus. Paragraf ini penempatan kalimat topiknya selalu diawal.
  • Paragraf Induksi
    Paragraf yang pengembangannya dimulai dari pemaparan bagian-bagian kecil atau hal-hal yang konkret hingga sampai kepada suatu simpulan yang bersifat umum disebut paragraf induksi.
    Induksi berarti cara berfiikir dari khusus ke yang umum. Pada paragraf seperti ini penempatan kalimat topiknya berada diakhir paragraf.
     
  • Paragraf CampuranDalam paragraf campuran penempatan kalimat topiknya di tengah paragraf. Paragraf ini di mulai oleh kalimat pengembang setelah kalimat atau kata transisi kalau ada.
    Setelah itu, kalimat topik di kembangkan lagi dan diakhiri oleh kalimat penegas kalau diperlukan.
     
  • Paragraf PerbandinganPengembangan Paragraf perbandingan dilakukan dengan cara membanding-bandingkan kalimat topik.
    Misalnya, kalimat topik mengenai hal yang bersifat abstrak dibandingkan dengan hal yang bersifat konkret dengan cara merinci perbandingan tersebut dalam bentuk yang konkret atau bagian bagian kecil.
     
  • Paragraf Pertanyaan
    Kalimat topik dalam paragraf pertanyaan berbentuk kalimat tanya dan kalimat-kalimat pengembangan dalam paragraf jenis ini juga biasa merupakan jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut.
     
  • Paragraf Sebab-Akibat
    Kalimat topik paragraf sebab-akibat merupakan sebab atau akibat peristiwa-peristiwa atau sifat objek yang dipaparkan dalam kalimat pengembang. Jika kalimat topiknya berupa sebab maka kalimat pengembangnya harus merupakan akibat dari sebab itu. Sebaliknya jika kalimat topiknya berupa akibat, kalimat pengembangnya harus merupakan sebab-sebab dari akibat itu.
     
  • Paragraf Contoh
    Paragraf contoh adalah pengembangan kalimat topik dalam sebuah paragraf dengan menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh itu dipakai untuk memperjelas maksud dalam kalimat topik.
     
  • Paragraf Perulangan
    Pengembangan paragraf perulangan dilakukan dengan cara mengulang kata atau kelompok kata. Pengembangan paragraf perulangan juga bisa dilakukan dengan cara mengulang bagian-bagian kalimat yang penting.
     
  • Paragraf Definisi
    Dalam paragraf definisi kalimat topiknya merupakan sesuatu pengertian atau istilah yang memerlukan penjelasan secara panjang lebar agar maknanya mudah dipahami oleh pembaca. Alat untuk memperjelas pengertian itu ialah kalimat pengembang.
     
  • Paragraf Deskriptif
    Kalimat topik dalam paragraf deskriptif tidak tersurat seperti pada paragraf-paragraf yang lain. Kalimat topik paragraf ini tersirat pada semua kalimat pengembang.
3. Metode-metode Pengembangan Paragraf
  • Metode Definisi
    Metode definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsepistilah tertentu. Untuk dapat merumuskan definisi yang jelas, penulis hendaknya memperhatikan klasifikasi konsep dan penentuan ciri khas konsep tersebut.
    Satu hal yang perlu diingat dalam membuat definisi, kita tidak boleh mengulang kata atau istilah yang kita definisikan di dalam teks definisi itu
     
  • Metode Proses
    Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu.
    Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda, penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis).
    Banyak sekali peristiwa atau kejadian yang prosesnya berbeda satu sama lainnya. Proses kerja suatu mesin , misalnya, tentu berbeda sangat jauh dengan proses peristiwa sejarah.
     
  • Metode Contoh
    Dalam karangan ilmiah, contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan. Contoh-contoh terurai, lebih-lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf.
     
  • Metode Sebab-Akibat
    Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya.
    Artinya, hubungan kejadian dan penyebabnya harus terungkap jelas dan informasinya sesuai dengan jalan pikiran manusia.
     
  • Metode Umum-Khusus
    Metode umum-khususnya dan khusus-umum paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur.
     
  • Metode Klasifikasi
    Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat, bentuk, ukuran, dan lain-lain, cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi. Klasifikasi sebenarnya bukan khusus untuk persamaan factor tersebut di atas, tetapi juga untuk perbedaan.
4. Syarat-syarat Alinea/Paragraf yang baik
  • Kesatuan paragraf
    Sebuah paragraf dikatakan mempunyai kesatuan jika seluruh kalimat dalam paragraf hanya membicarakan satu ide pokok ,satu topik/masalah. Jika dalam sebuah paragraf terdapat kalimat yang menyimpang dari masalah yang sedang di bicarakan, berarti dalam paragraf itu terdapat lebih dari satu ide atau masalah.
     
  • Kepaduan paragraf
    Seperti halnya kalimat efektif , dalam paragraph ini juga dikenal istilah kepaduan atau koherensi. Kepaduan paragraf akan terwujud jika aliran kalimat berjalan mulus dan lancer serta logis. Untuk itu, cara repetisi, jasa kata ganti dan kata sambung, serta frasa penghubung dapat dimanfaatkan.
     
  • Ketuntasan
    Ketuntasan ialah kesempurnaan. Hal ini dapat diwujudkan dengan:
    klasifikasi yaitu pengelompokan objek secara lengkap dan menyeluruh.
    Ketuntasan bahasa yaitu kesempurnaan membahas materi secara menyeluruh dan utuh
  • Kelengkapan (Completeness)
    Paragraf yang baik harus memiliki unsur – unsur paragraf yang lengkap diantaranya adalah:

    *Gagasan utama
    Gagasan utama adalah topik utama atau permasalahan yang sedang dibahas dalam suatu paragraf.
    *Kalimat utama
    Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung gagasan utama. Kalimat ini memaparkan apa yang akan dibahas pada paragraf tersebut. Letak kalimat utama di dalam sebuah paragraf bervariasi ada yang terletak di awal yang disebut dengan paragraf deduktif, di akhir yang disebut paragraf induktif maupun di awal dan akhir yang disebut paragraf campuran.
    *Kalimat penjelas
    Kalimat penjelas adalah kalimat – kalimat yang mendukung gagasan utama. Kalimat penjelas perlu untuk ditulis karena kalimat inilah yang akan memberikan alasan yang kuat pada gagasan utama. Kalimat – kalimat ini harus mengandung data berupa fakta, contoh maupun alasan yang jelas.
     
  • Konsistensi Sudut Pandang
    Sudut Pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangannya.
     
  • Keruntutan
    Keruntutan adalah penyusunan urutan gagasan dalam karangan. Gagasan demi gagasan disajikan secara runtut bagaikan air mengalir-tidak pernah putus.
5. Teknik Pemaparan

a. Eksposisi
Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.
contoh : Harga daging sapi di pasar-pasar tradisional meningkat pesat karena dampak dari pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Hampir 80 persen pedagang kehilangan pembeli seminggu terakhir ini. Pedangang mulai merasa rugi karena daging yang tak kunjung terjual.

b. Argumentasi
Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan data/ fakta konsep sebagai bukti atau alasan.
contoh : Pada kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Kumala Wongso yang dituduhkan sebagai terdakwa serta rekannya Mirna Wayan Solihin sebagai korban bahwasanya Jesicca ditetapka dengan hukuman 20 Tahun penjara, namun pihak Jesicca meminta ajuan banding. Hal tersebut kurang efesien melihat dari proses-proses persidangan yang telah berjalan cukup lama. Karena jaksa dan hakim pasti telah mempertimbangkan segala sesuatu nya berdasarkan bukti-bukti dan saksi yang terlibat.

c. Deskripsi
Gambaran suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasakan atau mendengar hal tersebut.
Contoh : Pulau Lombok, yang berada di Indonesia sangat menarik perhatian para turis, tidak sedikit pendatang yang berkunjung ke pulau yang indah ini. Pasir putihnya yang menawan menyenangkan hati setiap pengunjungnya, pemandangan laut yang terbentang luas pun menyejukkan hati dan perasaan bagi yang melihatnya. Airnya yang bersih menggiurkan pengunjungnya untuk segera mungkin untuk berenang. Memang nuansa yang sangat indah untuk dilihat dan dikunjungi.

d. Persuasi
Karangan yang bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.
Contoh : Andi adalah anak malang yang ditinggalkan orangtua nya ketika dia berumur 2 tahun. Sekarang Andi pun di asuh oleh neneknya yang mulai sakit-sakitan yang dideritanya. Nenek Andi memiliki penyakit kelumpuhan pada kakinya, dan sekarang andi yang berusia 10 tahun itu lah yang meghidupi sang nenek dengan mencari barang-barang bekas untuk dijual agar mereka dapat makan setiap harinya. Rumah mereka pun tak pantas lagi disebut rumah, mengingat hanya ada papan kayu untuk tidur dan atap yang sudah bocor untuk berlindungi. Kita semua berharap agar Pemerintah dapat memperhatikan setiap masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti ini. Dengan demikian, kehidupan masyarakat yang kurang mampu juga dapat terselamatkan.

e. Narasi
Karangan yang berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan ini sebagian besar berdasarkan imajinasi
Contoh : Pagi ini aku akan melaksanakan Ujian Nasional, aku pun mulai membaca kembali pelajaran yang telah kupelajari tadi malam. Namun bel tanda ujian akan dilaksanakan pun berbunyi. Aku sangat gugup karena ini adalah ujian terakhirku di SMA. Pengawas mulai memberikan soal serta lembaran jawaban. Aku mulai mengerjakan soal dengan tenang dan cermat.

Adapun Artikel yang dapat dijadikan referensi yaitu :
https://panjinji.wordpress.com/2013/12/05/alinea-dan-pengembangan-alinea-paragraf/
http://tariarmitaputri.blogspot.co.id/2014/11/pengembangan-alinea.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOG TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS