Pages

Catatan Kaki

Selasa, 29 November 2016

1. Pengertian Catatan Kaki
    Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

2. Teknik Penulisan Catatan Kaki
  • Penulisan Catatan Kaki
    *Catatan kaki dipisahkan tiga spasi dari naskah yang sama
    *Antar catatan kaki dipisahkan dengan satu spasi
    *Catatan kaki lebih dari dua baris diketik dengan satu spasi
    *Catatan kaki diketik sejajar dengan margin
    *Catatan kaki jenis karangan ilmiah formal, diberi nomor urut mulai dari nomor satu untuk
      catatan kaki pertama pada awal bab berlanjut sampai dengan akhir bab.
      Pada setiap awal bab baru berikutnya catatan kaki dimulai dari nomor satu.
      Laporan atau karangan tanpa bab, catatan kaki ditulis pada akhir karangan.
    *Nomor urut angka arab dan tidak diberi tanda apa pun
    *Nomor urut ditulis lebih kecil dari huruf lainnya, misalnya font 10
  • Aturan penulisan catatan kaki
    Catatan kaki yang merupakan rujukan atau data pustaka ditulis berdasarkan cara berikut ini:

    *Urutannya: Nama pengarang, judul buku, nama penerbit, kota terbit, tahun terbit, dan nomor 
      halaman.
    *Nama pengarang ditulis lengkap, tidak boleh dibalik, dan tanpa gelar akademik.
    *Judul buku, masing-masing kata ditulis dengan huruf kapital, dicetak miring, digaris bawah, 
      atau dicetak tebal.
    *Tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam catatan kaki adalah koma.
    *Harus disediakan ruang atau tempat secukupnya pada kaki halaman tersebut sehingga margin  di bawah tidak boleh lebih sempit dari 3 cm sesudah diketik baris terakhir dai catatan kaki.
    *Sesudah baris terakhir dari teks, dalam jarak 3 spasi harus dibuat sebuah garis, mulai dari 
      margin kiri sepanjang 15 ketikkan dengan huruf pika atau 18 ketikkan dengan huruf dite (--).
    *Dalam jarak dua spasi dari jenis tadi, dalam jarak 5-7 ketikkan dari margin kiri nomor 
      penunjukkan.
    *Langsung sesudah nomor penunjukkan, setengah spasi ke bawah mulai diketik baris pertama 
      dari catatan kaki.Jarak antarbaris dalam catatan kaki adalah spasi rapat, sedangkan jarak antar catatan kaki pada halaman yang sama (kalau ada) adalah dua spasi.
    *Baris kedua dari tiap catatan kaki selalu dimulai dari margin kiri.
     
  • Unsur-unsur Catatan Kaki
    *Nama Pengarang
    *Judul Buku
    *Nama atau nomor seri (jika ada)
    *Data publikasi (jilid, nomor cetakan, kota penerbit, nama penerbit, tahun terbit)
    *Nomor Halaman
3. Tujuan membuat catatan kaki

# Tujuan dalam Bidang Akademis yaitu :

  • Memperluas makna informasi bahasan dalam naskah
  • Menunjukkan objektivitas kualitas karangan
  • Mencegah pengulangan penulisan data pustaka
  • Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi
  • Memudahkan penyuntingan data pustaka
  • Menunjukkan kualitas kecerdasan akademis penulisnya.
# Tujuan dalam Bidang Etika (moral)
  • Pengakuan dan penghargaan kepada penulis sumber informasi
  • Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat
  • Menunjukkan etika dan kejujuran intelektual , bukan plagiat
  • Menunjukkan kesantunan akademis penulisnya.
# Tujuan dalam keterangan tambahan:
  • Memberikan penjelasan (keterangan) tambahan
  • Memperjelas konsep , istilah , definisi , komentar , atau uraian tambahan tanpa mengganggu  proses pemahaman uraian
  • Tidak mengganggu fokus analisis atau pembahasan
  • Meningkatkan kualitas karangan
  • Mempertinggi nilai estestika.
Adapun yang dapat dijadikan referensi yaitu :
http://cyberblogsz.blogspot.co.id/2014/02/cara-penulisan-daftar-pustaka-dan.html
https://tutorialsoftwaregratis.blogspot.com/2014/08/cara-menulis-catatan-kaki-footnote.html

Kutipan

Rabu, 23 November 2016

1. Pengertian Kutipan
      Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

2. Prinsip-prinsip Mengutip
     

Prinsip-prinsip yang benar dalam mengutip dari tulisan orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber kutipan    kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
     
  • dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwapenghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya :

    *Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri   sampai margin kanan).
3. Macam-macam Kutipan
  • Kutipan Langsung
    kutipan yang sama persis seperti kutipan aslinya, atau sumber yang kita ambil untuk mengutip. Disini kita sama sekali tidak boleh merubah atau menghilangkan kata atau kalimat dari sumber kutipan kita. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
    Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll.

  • Kutipan Tidak Langsung
    kutipan yang telah kita ringkas intisarinya dari sumber kutipan aslinya. Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
     
  • Kutipan pada catatan kaki 
  • Kutipan atas ucapan lisan 
  • Kutipan dalam kutipan 
  • Kutipan langsung pada materi
4. Teknik Mengutip

Beberapa cara teknik mengutip kutipan langsung dan tidak langsung diantaranya sebagai berikut.

1. Kutipan langsung
  • Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris :
    • kutipan diintegrasikan dengan teks
    • jarak antar baris kutipan dua spasi
    • kutipan diapit dengan tanda kutip
    • sudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.
  • Kutipan Langsung yang terdiri lebih dari 4 baris :
    • kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
    • jarak antar kutipan satu spasi
    • kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
    • kutipan diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
    • di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1) 
2. Kutipan tidak langsung
  • kutipan diintegrasikan dengan teks
  • jarak antar baris kutipan spasi rangkap
  • kutipan tidak diapit tanda kutip
  • sesudah selesai diberi sumber kutipan
3. Kutipan pada catatan kaki
    Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

4. Kutipan atas ucapan lisan
    Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

5. Kutipan dalam kutipan
    Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.

Adapun Artikel yang dijadikan Referensi yaitu :
https://girlycious09.wordpress.com/tag/prinsip-kutipan/
https://lytasapi.wordpress.com/2010/06/05/pengertian-fungsi-dan-jenis-kutipan/

Kasus Penulisan Ilmiah

Senin, 14 November 2016

1. Berdasarkan Diksi

Materi :
Ketika Aurduino UNO diprogram untuk mengabaikan data yang cacat/salah (contohnya apa saja selain sebuah penguploadan kode baru) untuk menahan beberapa bit pertama dari data yang dikirim ke board setelah sebuah koneksi dibuka.  (halaman 12)


Pada kalimat “cacat/salah”
kata tersebut merupakan sinonim yang artinya pemilihan kata yang memiliki makna persamaan. Cacat memiliki makna yang berarti salah seperti yang dituliskan Penulisan Ilmiah tersebut.

2. Berdasarkan Diksi


Materi:
Android adalah sebuah sistem operasi yang berbasis linux untuk telepon seluler seperti smartphone dan komputer tablet.Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh berbagai macam piranti bergerak. (halaman 25)


Pada kalimat Linux kata tersebut merupakan Hipernim dari sebuah Sistem Operasi. Karena sistem operasi memiliki banyak cakupannya seperti Windows, Unix, Mac OS. Hipernim merupakan kata yang mencakup kata lain. Sama seperti Sistem Operasi yang telah mencakup Linux di dalamnya.

3. Berdasarkan Ragam Bahasa


Materi:

Arduino merupakan open-source platform prototype elektronik berdasarkan fleksibel, perangkat keras dan perangkat lunak yang mudah digunakan. Arduino ditunjukan untuk seniman elektronik, desainer, penggemar dan siapapun yang tertarik dalam menciptakan objek interaktif atau lingkungan.

Arduino bisa merasakan lingkungan dengan menerima masukkan dari berbagai sensor dan dapat mempengaruhi sekitarnya dengan mengendalikan lampu, motor, dan aktuator lainnya. (halaman 5)

Ragam bahasa di atas merupakan
ragam bahasa tulis. Ragam 

bahasa teknis ini merupakan ragam bahasa yang dilakukan mengenai teknis atau cara penulisan yang dicontohkan. Namun, pada materi ini merupakan penjelasan dari Arduinoserta makna yang terkait di dalamnya.

4. Berdasarkan Kalimat


Materi:

Didalam smartphone android sudah terinstal aplikasi yang bernama KINGSTREAM yaitu aplikasi yang memiliki fungi sebagai remote atau tombol sakelar, aplikasi ini yang memanfaatkan fitur Bluetooth pada smartphone sebagai media komunikasi untuk mengirim instruksi-instruksi untuk menyalakan kipas angin kepada arduino untuk diolah dan diproses. (halaman 30)

Pada kalimat terinstalharusnya ditulis dengan ”terinstall”. Karena kata dasarnya adalah install.Jika ingin dibawakan kalimat dengan Berbahasa Indonesia, ada baiknya jika ditulis dengan “pengunduhan”. Namun, jika ingin digunakan dalam Bahasa Iggris, maka harus dengan dasar kalimat yang benar.


5. Berdasarkan Kalimat Efektif


Materi:

Android adalah sebuah sistem operasi yang berbasis linux untuk telepon seluler seperti smartphone dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh berbagai macam piranti bergerak. (halaman 32)

Pada kalimat tersebut ada baiknya jika “digunakan oleh” dihapuskan dan kata “untuk” diganti menjadi “yang”.Maka akan menghasilkan kalimat yang lebih efektif yaitu “Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang yang menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk berbagai macam piranti bergerak.”

6. Berdasarkan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Materi:
Siapkan gambar rangkaian yang ingin dibuat, untuk memudahkan dalam merancang dan merangkai alat. (halaman 38)


Berdasarkan EYD, tanda koma antara kata “dibuat,untuk” harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan EYD Bahasa Indonesia pada pemakaian tanda baca.

7. Berdasarkan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Materi:
Baris program diatasmerupakan proses pembacaan dan penyimpanan, jika beberapa data dikirimkan dari Bluetooth ke perangkat pengendali kipas angin. (halaman 39)


Kata diatas pada EYD harusnya ditulis “di atas” karena menunjukkan sebuah tempat dan imbuhan harus dipisahkan. 

Sumber data :
Penulisan Ilmiah, SIMULASI SAKELAR KIPAS ANGIN BERBASIS ARDUINO UNO MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BLUETOOTH PADA SMARTPHONE, 2014, 5-39
.

    Pengembangan Alinea (Paragraf)

    Senin, 07 November 2016

    1. Pengertian Alinea

          Alinea adalah bagian wacana yang mengungkapkan suatu pikiran yang lengkap atau satu tema yang dalam ragam tulis ditandai oleh baris pertama yang menjorok kedalam atau jarak spasi yang lebih.Dalam kamus tersebut alinea diartikan pula sebagai paragraf.
         Kata paragraf diserap dalam bahasa Indonesia dari bahasa Inggris paragraph, sedangkan alinea diserap dari bahasa Belanda dengan ejaan yang sama. Kata alenia bahasa Belanda itu sendiri berasal dari bahasa latin a lenia yang berarti ‘mulai dari baris baru’. Adapun bahasa Inggris paragraph berasal dari bahasa Yunani para yang berarti ‘sebelum’ dan grafein yang berarti ‘menulis; menggores'.
         Pada mulanya paragraf atau alenia tidak dituliskan terpisah dengan mulai garis baru seperti yang kita kenal sekarang, tetapi dituliskan menyatu dalam sebuah teks dengan menggunakan tanda sebagai ciri awal paragraf.

    2. Jenis Paragraf

    • Paragraf Deduksi
      Deduksi berarti berfikir dari umum ke khusus. Paragraf ini penempatan kalimat topiknya selalu diawal.
    • Paragraf Induksi
      Paragraf yang pengembangannya dimulai dari pemaparan bagian-bagian kecil atau hal-hal yang konkret hingga sampai kepada suatu simpulan yang bersifat umum disebut paragraf induksi.
      Induksi berarti cara berfiikir dari khusus ke yang umum. Pada paragraf seperti ini penempatan kalimat topiknya berada diakhir paragraf.
       
    • Paragraf CampuranDalam paragraf campuran penempatan kalimat topiknya di tengah paragraf. Paragraf ini di mulai oleh kalimat pengembang setelah kalimat atau kata transisi kalau ada.
      Setelah itu, kalimat topik di kembangkan lagi dan diakhiri oleh kalimat penegas kalau diperlukan.
       
    • Paragraf PerbandinganPengembangan Paragraf perbandingan dilakukan dengan cara membanding-bandingkan kalimat topik.
      Misalnya, kalimat topik mengenai hal yang bersifat abstrak dibandingkan dengan hal yang bersifat konkret dengan cara merinci perbandingan tersebut dalam bentuk yang konkret atau bagian bagian kecil.
       
    • Paragraf Pertanyaan
      Kalimat topik dalam paragraf pertanyaan berbentuk kalimat tanya dan kalimat-kalimat pengembangan dalam paragraf jenis ini juga biasa merupakan jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut.
       
    • Paragraf Sebab-Akibat
      Kalimat topik paragraf sebab-akibat merupakan sebab atau akibat peristiwa-peristiwa atau sifat objek yang dipaparkan dalam kalimat pengembang. Jika kalimat topiknya berupa sebab maka kalimat pengembangnya harus merupakan akibat dari sebab itu. Sebaliknya jika kalimat topiknya berupa akibat, kalimat pengembangnya harus merupakan sebab-sebab dari akibat itu.
       
    • Paragraf Contoh
      Paragraf contoh adalah pengembangan kalimat topik dalam sebuah paragraf dengan menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh itu dipakai untuk memperjelas maksud dalam kalimat topik.
       
    • Paragraf Perulangan
      Pengembangan paragraf perulangan dilakukan dengan cara mengulang kata atau kelompok kata. Pengembangan paragraf perulangan juga bisa dilakukan dengan cara mengulang bagian-bagian kalimat yang penting.
       
    • Paragraf Definisi
      Dalam paragraf definisi kalimat topiknya merupakan sesuatu pengertian atau istilah yang memerlukan penjelasan secara panjang lebar agar maknanya mudah dipahami oleh pembaca. Alat untuk memperjelas pengertian itu ialah kalimat pengembang.
       
    • Paragraf Deskriptif
      Kalimat topik dalam paragraf deskriptif tidak tersurat seperti pada paragraf-paragraf yang lain. Kalimat topik paragraf ini tersirat pada semua kalimat pengembang.
    3. Metode-metode Pengembangan Paragraf
    • Metode Definisi
      Metode definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsepistilah tertentu. Untuk dapat merumuskan definisi yang jelas, penulis hendaknya memperhatikan klasifikasi konsep dan penentuan ciri khas konsep tersebut.
      Satu hal yang perlu diingat dalam membuat definisi, kita tidak boleh mengulang kata atau istilah yang kita definisikan di dalam teks definisi itu
       
    • Metode Proses
      Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu.
      Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda, penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis).
      Banyak sekali peristiwa atau kejadian yang prosesnya berbeda satu sama lainnya. Proses kerja suatu mesin , misalnya, tentu berbeda sangat jauh dengan proses peristiwa sejarah.
       
    • Metode Contoh
      Dalam karangan ilmiah, contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan. Contoh-contoh terurai, lebih-lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf.
       
    • Metode Sebab-Akibat
      Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya.
      Artinya, hubungan kejadian dan penyebabnya harus terungkap jelas dan informasinya sesuai dengan jalan pikiran manusia.
       
    • Metode Umum-Khusus
      Metode umum-khususnya dan khusus-umum paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur.
       
    • Metode Klasifikasi
      Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat, bentuk, ukuran, dan lain-lain, cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi. Klasifikasi sebenarnya bukan khusus untuk persamaan factor tersebut di atas, tetapi juga untuk perbedaan.
    4. Syarat-syarat Alinea/Paragraf yang baik
    • Kesatuan paragraf
      Sebuah paragraf dikatakan mempunyai kesatuan jika seluruh kalimat dalam paragraf hanya membicarakan satu ide pokok ,satu topik/masalah. Jika dalam sebuah paragraf terdapat kalimat yang menyimpang dari masalah yang sedang di bicarakan, berarti dalam paragraf itu terdapat lebih dari satu ide atau masalah.
       
    • Kepaduan paragraf
      Seperti halnya kalimat efektif , dalam paragraph ini juga dikenal istilah kepaduan atau koherensi. Kepaduan paragraf akan terwujud jika aliran kalimat berjalan mulus dan lancer serta logis. Untuk itu, cara repetisi, jasa kata ganti dan kata sambung, serta frasa penghubung dapat dimanfaatkan.
       
    • Ketuntasan
      Ketuntasan ialah kesempurnaan. Hal ini dapat diwujudkan dengan:
      klasifikasi yaitu pengelompokan objek secara lengkap dan menyeluruh.
      Ketuntasan bahasa yaitu kesempurnaan membahas materi secara menyeluruh dan utuh
    • Kelengkapan (Completeness)
      Paragraf yang baik harus memiliki unsur – unsur paragraf yang lengkap diantaranya adalah:

      *Gagasan utama
      Gagasan utama adalah topik utama atau permasalahan yang sedang dibahas dalam suatu paragraf.
      *Kalimat utama
      Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung gagasan utama. Kalimat ini memaparkan apa yang akan dibahas pada paragraf tersebut. Letak kalimat utama di dalam sebuah paragraf bervariasi ada yang terletak di awal yang disebut dengan paragraf deduktif, di akhir yang disebut paragraf induktif maupun di awal dan akhir yang disebut paragraf campuran.
      *Kalimat penjelas
      Kalimat penjelas adalah kalimat – kalimat yang mendukung gagasan utama. Kalimat penjelas perlu untuk ditulis karena kalimat inilah yang akan memberikan alasan yang kuat pada gagasan utama. Kalimat – kalimat ini harus mengandung data berupa fakta, contoh maupun alasan yang jelas.
       
    • Konsistensi Sudut Pandang
      Sudut Pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangannya.
       
    • Keruntutan
      Keruntutan adalah penyusunan urutan gagasan dalam karangan. Gagasan demi gagasan disajikan secara runtut bagaikan air mengalir-tidak pernah putus.
    5. Teknik Pemaparan

    a. Eksposisi
    Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.
    contoh : Harga daging sapi di pasar-pasar tradisional meningkat pesat karena dampak dari pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Hampir 80 persen pedagang kehilangan pembeli seminggu terakhir ini. Pedangang mulai merasa rugi karena daging yang tak kunjung terjual.

    b. Argumentasi
    Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan data/ fakta konsep sebagai bukti atau alasan.
    contoh : Pada kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Kumala Wongso yang dituduhkan sebagai terdakwa serta rekannya Mirna Wayan Solihin sebagai korban bahwasanya Jesicca ditetapka dengan hukuman 20 Tahun penjara, namun pihak Jesicca meminta ajuan banding. Hal tersebut kurang efesien melihat dari proses-proses persidangan yang telah berjalan cukup lama. Karena jaksa dan hakim pasti telah mempertimbangkan segala sesuatu nya berdasarkan bukti-bukti dan saksi yang terlibat.

    c. Deskripsi
    Gambaran suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasakan atau mendengar hal tersebut.
    Contoh : Pulau Lombok, yang berada di Indonesia sangat menarik perhatian para turis, tidak sedikit pendatang yang berkunjung ke pulau yang indah ini. Pasir putihnya yang menawan menyenangkan hati setiap pengunjungnya, pemandangan laut yang terbentang luas pun menyejukkan hati dan perasaan bagi yang melihatnya. Airnya yang bersih menggiurkan pengunjungnya untuk segera mungkin untuk berenang. Memang nuansa yang sangat indah untuk dilihat dan dikunjungi.

    d. Persuasi
    Karangan yang bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.
    Contoh : Andi adalah anak malang yang ditinggalkan orangtua nya ketika dia berumur 2 tahun. Sekarang Andi pun di asuh oleh neneknya yang mulai sakit-sakitan yang dideritanya. Nenek Andi memiliki penyakit kelumpuhan pada kakinya, dan sekarang andi yang berusia 10 tahun itu lah yang meghidupi sang nenek dengan mencari barang-barang bekas untuk dijual agar mereka dapat makan setiap harinya. Rumah mereka pun tak pantas lagi disebut rumah, mengingat hanya ada papan kayu untuk tidur dan atap yang sudah bocor untuk berlindungi. Kita semua berharap agar Pemerintah dapat memperhatikan setiap masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti ini. Dengan demikian, kehidupan masyarakat yang kurang mampu juga dapat terselamatkan.

    e. Narasi
    Karangan yang berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan ini sebagian besar berdasarkan imajinasi
    Contoh : Pagi ini aku akan melaksanakan Ujian Nasional, aku pun mulai membaca kembali pelajaran yang telah kupelajari tadi malam. Namun bel tanda ujian akan dilaksanakan pun berbunyi. Aku sangat gugup karena ini adalah ujian terakhirku di SMA. Pengawas mulai memberikan soal serta lembaran jawaban. Aku mulai mengerjakan soal dengan tenang dan cermat.

    Adapun Artikel yang dapat dijadikan referensi yaitu :
    https://panjinji.wordpress.com/2013/12/05/alinea-dan-pengembangan-alinea-paragraf/
    http://tariarmitaputri.blogspot.co.id/2014/11/pengembangan-alinea.html

    Alinea

    Minggu, 30 Oktober 2016

    1. Pengertian Alinea
         Alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema.

    2. Macam-macam Alinea berdasarkan tujuannya

    • Alinea Pembuka
      Isi alinea pembuka bertujuan mengutarakan suatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan. Sebagai bagian yang mengawali sebuah karangan, alinea pembuka harus dapat difungsikan untuk :
      *menghantar pokok pembicaraan.
      *menarik minat dan perhatian pembaca.
      *menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh karangan.
       
    • Alinea Isi
      Alinea isi merupakan suatu ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah wacana atau karangan. Oleh karena itu, alinea isi merupakan bagian yang esensial dalam suatu wacana atau karangan. Maksudnya adalah alinea isi menjelaskan dengan cara menguraikan bagian-bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskannya harus disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas-asas penalaran yang masuk akal atau logis.
       
    • Alinea Penutup
      Alinea penutup berisi simpulan bagian karangan (subbab, bab ) atau simpulan seluruh karangan. Alinea ini sering merupakan pernyataan kembali maksud penulis agar lebih jelas. Mengingat alinea penutup dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan, penyajiannya harus memperhaitikan hal berikut ini:

      *Sebagai bagian penutup, alinea ini tidak boleh terlalau panjang.
      *Isi alinea harus berisi simpulan sementara atau simpulan akhir sebagai cermin inti seluruh uaraian.
      *Sebagai bagian yang paling akhir dibaca, hendaknya alinea ini dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pembacanya.
    3. Macam-macam alinea berdasarkan letak kalimat utama
    • Alinea deduktif
      Paragraf deduktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal paragraf dan dimulai dengan pernyataan umum yang disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.

      Contoh alinea deduktif :
      Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya, sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya untuk membuka usaha baru.
       
    • Alinea induktif
      Alinea induktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di akhir paragraf dan diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.

      Contoh alinea induktif :
      Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancer. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa merupakan alat komunikasi yang penting, efektif dan efisien.
       
    • Alinea campuran
      Alinea campuran ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir paragraph. Kalimat utama yang terletak diakhir merupakan kalimat yang bersifat penegasan kembali.

      Contoh alinea campuran :
      Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bias maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
    4. Macam-macam alinea berdasarkan isinya
    • Alinea deskripsi
      Alinea deskripsi ditandai dengan kalimat utama yang tidak tercantum secara nyata dan tema alinea tersirat dalam keseluruhan Alinea. Biasanya dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.

      Contoh alinea deskripsi :
      Dari balik tirai hujan sore hari, pohon-pohon kelapa di seberang lembah itu seperti perawan mandi basah, segar penuh gairah dan daya hidup. Pelepah-pelepah yang kuyup adalah rambut basah yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-batang yang ramping dan meliuk-liuk oleh hembusan angin seperti tubuh semampai yang melenggang tenang dan penuh pesona.
       
    • Alinea proses
      Alinea proses ditandai dengan tidak terdapatnya kalimat utama dan pikiran utamanya tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas yang memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi waktu, ruang, klimaks dan antiklimaks.
       
    • Alinea efektif
      Alinea efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri alinea yang baik. Alineanya terdiri atas satu pikiran utama dan lebih dari satu pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang, harus ada koherensi antar kalimat.
    6. Macam-macam alinea berdasarkan jenisnya
    • Eksposisi
      Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.

      Contoh :
      Harga daging sapi di pasar-pasar tradisional meningkat pesat karena dampak dari pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Hampir 80 persen pedagang kehilangan pembeli seminggu terakhir ini. Pedangang mulai merasa rugi karena daging yang tak kunjung terjual.
       
    • Argumentasi
      Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan data/ fakta konsep sebagai bukti atau alasan.

      Contoh :
      Pada kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Kumala Wongso yang dituduhkan sebagai terdakwa serta rekannya Mirna Wayan Solihin sebagai korban bahwasanya Jesicca ditetapka dengan hukuman 20 Tahun penjara, namun pihak Jesicca meminta ajuan banding. Hal tersebut kurang efesien melihat dari proses-proses persidangan yang telah berjalan cukup lama. Karena jaksa dan hakim pasti telah mempertimbangkan segala sesuatu nya berdasarkan bukti-bukti dan saksi yang terlibat.
       
    • Deskripsi
      Gambaran suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasakan atau mendengar hal tersebut.

      Contoh :
      Pulau Lombok, yang berada di Indonesia sangat menarik perhatian para turis, tidak sedikit pendatang yang berkunjung ke pulau yang indah ini. Pasir putihnya yang menawan menyenangkan hati setiap pengunjungnya, pemandangan laut yang terbentang luas pun menyejukkan hati dan perasaan bagi yang melihatnya. Airnya yang bersih menggiurkan pengunjungnya untuk segera mungkin untuk berenang. Memang nuansa yang sangat indah untuk dilihat dan dikunjungi.
       
    • Persuasi
      Karangan yang bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.

      Contoh :
      Andi adalah anak malang yang ditinggalkan orangtua nya ketika dia berumur 2 tahun. Sekarang Andi pun di asuh oleh neneknya yang mulai sakit-sakitan yang dideritanya. Nenek Andi memiliki penyakit kelumpuhan pada kakinya, dan sekarang andi yang berusia 10 tahun itu lah yang meghidupi sang nenek dengan mencari barang-barang bekas untuk dijual agar mereka dapat makan setiap harinya. Rumah mereka pun tak pantas lagi disebut rumah, mengingat hanya ada papan kayu untuk tidur dan atap yang sudah bocor untuk berlindungi. Kita semua berharap agar Pemerintah dapat memperhatikan setiap masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti ini. Dengan demikian, kehidupan masyarakat yang kurang mampu juga dapat terselamatkan.
       
    • Narasi
      Karangan yang berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.

      Contoh :
      Pagi ini aku akan melaksanakan Ujian Nasional, aku pun mulai membaca kembali pelajaran yang telah kupelajari tadi malam. Namun bel tanda ujian akan dilaksanakan pun berbunyi. Aku sangat gugup karena ini adalah ujian terakhirku di SMA. Pengawas mulai memberikan soal serta lembaran jawaban. Aku mulai mengerjakan soal dengan tenang dan cermat

    7. Syarat-syarat Alinea yang Baik
    • Kesatuan paragraf
      Sebuah paragraf dikatakan mempunyai kesatuan jika seluruh kalimat dalam paragraf hanya membicarakan satu ide pokok ,satu topik/masalah. Jika dalam sebuah paragraf terdapat kalimat yang menyimpang dari masalah yang sedang di bicarakan, berarti dalam paragraf itu terdapat lebih dari satu ide atau masalah.
       
    • Kepaduan paragraf
      Seperti halnya kalimat efektif , dalam paragraph ini juga dikenal istilah kepaduan atau koherensi. Kepaduan paragraf akan terwujud jika aliran kalimat berjalan mulus dan lancer serta logis. Untuk itu, cara repetisi, jasa kata ganti dan kata sambung, serta frasa penghubung dapat dimanfaatkan.
       
    • Ketuntasan
      Ketuntasan ialah kesempurnaan. Hal ini dapat diwujudkan dengan:
      *klasifikasi yaitu pengelompokan objek secara lengkap dan menyeluruh.
      *Ketuntasan bahasa yaitu kesempurnaan membahas materi secara menyeluruh dan utuh
       
    • Kelengkapan (Completeness)
      Paragraf yang baik harus memiliki unsur – unsur paragraf yang lengkap diantaranya adalah:
      *Gagasan utama
      Gagasan utama adalah topik utama atau permasalahan yang sedang dibahas dalam suatu paragraf.
      *Kalimat utama
      Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung gagasan utama. Kalimat ini memaparkan apa yang akan dibahas pada paragraf tersebut. Letak kalimat utama di dalam sebuah paragraf bervariasi ada yang terletak di awal yang disebut dengan paragraf deduktif, di akhir yang disebut paragraf induktif maupun di awal dan akhir yang disebut paragraf campuran.
      *Kalimat penjelas
      Kalimat penjelas adalah kalimat – kalimat yang mendukung gagasan utama. Kalimat penjelas perlu untuk ditulis karena kalimat inilah yang akan memberikan alasan yang kuat pada gagasan utama. Kalimat – kalimat ini harus mengandung data berupa fakta, contoh maupun alasan yang jelas.
       
    • Konsistensi Sudut Pandang
      Sudut Pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangannya.
       
    • Keruntutan
      Keruntutan adalah penyusunan urutan gagasan dalam karangan. Gagasan demi gagasan disajikan secara runtut bagaikan air mengalir-tidak pernah putus.
    8. Manfaat Alinea dalam suatu Karangan
    Adapun beberapa manfaat alinea adalah sebagai berikut :
    • Mengekspresikan gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan perasaan ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.
    • Menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran. 
    • Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis dan memudahkan pemahaman bagi pembacanya. 
    • Memudahkan pengembangan topik karangan ke dalam satuan-satuan unit pikiran yang lebih kecil dan 
    • Memudahkan pengendalian variabel terutama karangan yang terdiri atas beberapa variabel.
    Adapun Artikel yang dijadikan pada referensi yaitu :
    https://tsanasnabillah.wordpress.com/tag/manfaat-dan-jenis-alinea/
    http://arifkurnia24.blogspot.co.id/2010/11/macam-macam-alinea.html
    https://agusdwicahyadi.wordpress.com/2015/11/08/pengertian-alinea/

    Kalimat Efektif

    Senin, 24 Oktober 2016

    1. Pengertian Kalimat efektif
          Kalimat Efektif adalah kalimat yang menggunakan kaidah bahasa yang baik dengan ejaan yang benar serta tanda baca yang mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Kalimat efektif harus sesuai dengan kaidah bahasa (memiliki unsur subjek dan prediket), singkat (tidak berbelit-belit), enak dibaca dan sopan.
          Jadi pengertian efektif dalam kalimat ialah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula. Hal yang harus diungkapkan dalam kalimat efektif yaitu kalimat yang menimbulkan daya khayal pada pembaca, minimal mendekati apa yang dipikirkan oleh penulis.

    2. Syarat-syarat Kalimat Efektif
        Suatu kalimat dapat dikatakan efektif jika telah memenuhi beberapa syarat berikut :
    • Mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
    • Tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksdud sang penulis. 
    • Menyampaikan pikiran penulis kepada pembaca atau pendengarnya dengan tepat.
    3. Prinsip-prinsip Kalimat Efektif
          Kalimat efektif memiliki prinsip-prinsip yang harus dipenuhi yaitu kesepadanan, kepararelan, kehematan kata, kecermatan, ketegasan, kepaduan serta kelogisan kalimat. Prinsip-prinsip tersebut akan diuraikan sebagai berikut :
    • Kesepadanan
      Kesepadanan merupakan keseimbangan antara gagasan atau pemikiran dengan struktur bahasa yang dipakai dalam kalimat. Ciri-ciri kalimat yang memiliki kesepadanan struktur, yaitu : Memiliki subjek dan prediket yang jelas

      Contoh :
      Bagi semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegiatan study tour. (tidak efektif)Semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegiatan study tour (Efektif)
       
    • Tidak memiliki subjek yang ganda di dalam Kalimat Tunggal

      Contoh :
      Pembangunan jalan itu kami dibantu oleh semua warga desa.(tidak efektif)Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa (efektif).
       
    • Kepararelan Bentuk
      Kalimat efektif memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan di dalam kalimat. Yang dimaksud dengan kesamaan bentuk kata adalah jika kata pertama berbentuk verba, maka kata selanjutnya berbentuk verba. Namun, jika kata pertama berbentuk nomina, maka kata selanjutnya berbentuk nomina.

      Contoh :
      *Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan pengaplikasian definisi kalimat efektif (tidak efektif).
      *Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan pengaplikasian definisi kalimat efektif. (efektif).
       
    • Kehematan Kata
      Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata atau frasa yang tidak perlu digunakan. Untuk menghindari pemborosan kata di dalam kalimat, hal yang harus diperhatikan :
      *Menghindari unsur yang sama pada kalimat majemuk

      Contoh :
      *Saya tidak suka buah anggur dan saya tidak suka apel. (tidak efektif).
      *Saya tidak suka buah anggur dan apel (efektif).
       
    • Menghindari kesinoniman dalam kalimat

      Contoh :
      *Saya hanya memiliki 5 buah jeruk saja (tidak efektif).
      *Saya hanya memiliki 5 buah jeruk (efektif).
       
    • Menghindari penjamakan kata pada kata jamak

      Contoh :
      *Para mahasiswa-mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat (tidak efektif).
      *Para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat (efektif).
       
    • Kecermatan
      Kecermatan adalah cermat dan tepat dalam memilih kata sehingga tidak menimbulkan kerancuan dan makna ganda.

      Contoh :
      *Guru baru pergi ke ruang guru (tidak efektif).
      *Guru yang baru pergi ke ruang guru (efektif).
       
    • Ketegasan
      Kalimat efektif memberikan penegasan kepada ide pokoknya sehingga ide pokoknya menonjol di dalam kalimat tersebut. Berikut cara memberikan penegasan pada kalimat efektif. Meletakkan kata kunci di awal kalimat

      Contoh :
      *Sudah saya baca buku itu (tidak efektif).
      *Buku itu sudah saya baca (efektif).
       
    • Mengurutkan kata secara bertahap

      Contoh :
      *Pertemuan itu dihadiri oleh menteri pendidikan, gubernur dan presiden. (tidak efektif).
      *Pertemuan itu dihadiri oleh presiden, menteri pendidikan dan gubernur (efektif).
       
    • Kepaduan
      Kalimat efektif memiliki kepaduan pernyataan sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.

      Contoh :
      *Budi membicarakan tentang pengalaman liburannya. (tidak efektif).
      *Budi membicarakan pengalaman liburannya (efektif)
    4. Ciri-ciri Kalimat Efektif
    Efektif atau tidaknya suatu kalimat dapat dilihat dari beberapa ciri sebagai berikut :
    • Memiliki bentuk yang paralel
    • Memiliki struktur yang sepadan 
    • Memiliki kehematan kata 
    • Memiliki kecermatan penalaran 
    • Memiliki gagasan yang padu 
    • Memiliki ketepatan pemilihan kata
    5. Penekanan pada Kalimat Efektif
    Penekanan dalam kalimat adalah upaya pemberian aksentuasi, pementingan atau pemusatan perhatian pada salah satu bagian kalimat, agar bagian yang diberikan penekanan itu lebih mendapat perhatian dari pendengar atau pembaca.

    Cara Penekanan kata :
    • Mengubah posisi kata dalam kalimat, yakni dengan cara melakukan bagian yang penting dari awal kalimat.
      contoh :
      *Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini (tidak efektif).
      *Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain (efektif).
    • Menggunakan partikel.
      Penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel -lah, -pun, dan -kah.
      Contoh :
      *Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku? (kalimat efektif).
      *Dapatkah mereka mengerti akan maksud perkataanku? (Kalimat tidak)
       
    • Menggunakan repetisi, yakni mengulang-ngulang kata yang dianggap penting.
      Contoh :
      *Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orangtua dan anak, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
       
    • Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian yang ingin ditegaskan.
      Contoh :
      *Anak itu tidak malas, tetapi rajin. (kalimat efektif)
      *Anak itu tidak bermalasan, tetapi dia rajin. (kalimat tidak efektif).
       
    • Penekanan kata dengan intonasi. Caranya adalah dengan memberi tekanan yang lebih keras kepada salah satu unsur atau bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
       
    • Menggunakan kata keterangan. Keterngan penegasan yang lazim digunakan untuk memberikan penekanan adalah kata memang, apalagi, bahkan, dan lebih-lebih lagi.
      Contoh :
      *Mencari pekerjaan di Jakarta tidak semudah yang kamu bayangkan apalagi kalau kamu tidak punya koneksi.
      *Memang dialah yang belum tahu
      *Kikirnya bukan main, bahkan untuk makan sendiri dia enggan mengeluarkan uang.
       
    • Menggunakan kontras makna
      Penekanan dengan kontras makna dilakukan terhadap kalimat majemuk setara. Makna klausa pertama dari kalimat tersebut menjadi terasa lebih tegas karena dikontraskan atau dipertentangkan dengan makna pada klausa kedua.
      Contoh :
      *Eva berurai air mata pada saat orang bergembira ria.
      *Dia dengan mudah mendapat uang seratus ribu rupiah sehari, kita mencari seratus rupiah saja sulit.
      *Rata-rata penduduk di negeri ini kaya raya padahal tanah mereka tandus dan gersang.
    • Menggunakan pasif. Penekanan dalam bentuk kalimat pasif dibentuk dengan maksud untuk lebih menegaskan peranan objek penderita.
      Contoh :
      *Ali dan Hasan dimarahi dosen.
      *Pohon tua itu ditebang kakek kemaren.
      *Buku itu sudah saya baca.
      *Bangunan tua itu harus kami bongkar.
    Adapun Artikel yang dapat saya jadikan referensi yaitu :
    http://dwinastiti7.blogspot.co.id/2015/11/1.html
    http://fa-husnaa.blogspot.co.id/2013/04/penekanan-pada-kalimat-efektif.html

    Macam-Macam Kalimat

    Senin, 17 Oktober 2016

    1. Pengertian Kalimat
          Kalimat adalah Satuan terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh baik secara lisan maupun tulisan yang merupakan gabungan dari dua buah kata atau lebih dan menghasilkan suatu pengertian serta pola intonasi akhir.
          Kalimat dasar adalah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktur isi yang belum mengalami perubahan unsur seperti penambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap.
          Kalimat dibagi menjadi beberapa macam yaitu :
    • Kalimat Tunggal Kalimat yang terdiri atas dua inti unsur pembentukkan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru atau kalimat yang hanya memiliki satu pola kalimat
      Contoh :
      Nina Menari
      Nina : Sebagai Subjek
      Menari : Sebagai Predikat
    • Kalimat Majemuk
      Kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. Minimal satu klausa yang terdiri dari satu subjek dan predikat.
      Kalimat majemuk terbagi atas :

      *Kalimat majemuk setara
      Kalimat majemuk yang pola-pola kalimatnya memiliki kedudukkan yang sederajat, tidak ada kalimat yang menduduki fungsi lebih tinggi.
      Kata penghubungnya antara lain : dan, atau, tapi, bahkan, kemudian.
      contoh : Nana meminjam buku kemudian membacanya.

      *Kalimat majemuk bertingkat
      Kalimat majemuk yang terdiri dari induk dan anak kalimat. Anak kalimat merupakan perluasan dari induk kalimat.
      Contoh : Ketika Lala menonton tv, ibu datang.

      *Kalimat majemuk campuran
      Kalimat majemuk yang merupakan hasil gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.
      contoh :Nina meminjam buku kemudian membacanya dan adik nina menonton tv. 

      *Kalimat majemuk rapatan
      Gabungan beberapa kalimat tunggal yang subjek dan predikatnya sama, dan bagian yang sama itu hanya disebutkan sekali.
      Contoh :
      *Ibu sedang memasak
      *Ibu sedang menggoreng
      *Ibu sedang memotong sayur
    3. Unsur-unsur Kalimat Dasar
    • Subjek ( Pelaku)
      Subjek adalah pelaku dari suatu tindakan.
      Ciri-ciri subjek :
      *Jawaban pertanyaan Apa dan Siapa
      *Disertai kata itu
      *Dapat berupa nominal, verbal, atau adjectiv
      *Didahului kata bahwa
      *Mempunyai keterangan Yang
      *Tidak didahului preposisi
    • Predikat (Tindakan)
      Predikat adalah kata yang menuju kepada suatu tindakan oleh subjek.
      Ciri-ciri predikat :
      *Jawaban atas pertanyaan mengapa atau Bagaimana.
      *Kata adalah dan ialah dapat berupa predikat
      *Dapat iingkarkan (didahului kata tidak, bukan atau merupakan)
      *Dapat disertai kata-kata aspek atau modalitas (telah, sedang,susah,ingin,mau)
      *Predikat dapat berupa Kata (verba, adjectiva, nomina) dan Frasa (frasa verbal, adjectival, nominal, atau bilangan).
       
    • Objek (Sasaran)
      Unsur kalimat ini bersifat wajib dalam susunan kalimat aktif transitif yang artinya kalimat yang sedikitnya mempunyai tiga unsur utama yaitu :
      subjek, predikat, dan objek.
      Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, sedangkan verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-
      Ciri-ciri Objek :
      *Langsung di belakang predikat
      *Dapat menjadi subjek kalimat pasif
      *Tidak didahului preposisi
      *Didahului kata Bahwa
       
    • Pelengkap
      Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.
      Ciri-ciri pelengkap:
      *Di belakang predikat.
      *Objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contoh: buku baru, sepeda baru.
      *Tidak didahului preposisi. Unsur kalimat yang didahului preposisi disebut keterangan.
    4. Pola Kalimat Dasar
    Kalimat dasar dapat dibedakan menjadi delapan tipe, yaitu:
    • Kalimat dasar berpola S-P-O-K
      contoh :
      *Lila Mencuci Piring di dapur
           Lila sebagai Subjek (S)
      *Mencuci sebagai Predikat (P)
           Piring sebagai Objek (O)
      *Di dapur sebagai Keterangan (K)
       
    • Kalimat Dasar berpola S-P-O-Pel
      contoh : Ayah Membelikan adik mainan
      *Ayah sebagai Subjek (S)
      *Membelikan sebagai Predikat (P)
      *Adik sebagai Objek (O)
      *Mainan sebagai Pelengkap (Pel)
       
    • Kalimat dasar berpola S-P-O
      contoh : Ibu memasak tempe
      *Ibu sebagai Subjek (S)
      *Memasak sebagai Predikat (P)
      *Tempe sebagai Objek (O)
       
    • Kalimat dasar berpola S-P-Pel
      Contoh : Andi memberikan semangat
      *Andi sebagai Subjek (S)
      *Memberikan sebagai Predikat (P)
      *Semangat sebagai Pelengkap (O)
       
    • Kalimat Dasar berpola S-P-K
      contoh : Ibu mencuci di kamar mandi
      *Ibu sebagai Subjek (S)
      *Mencuci sebagai Predikat (P)
      *Di kamar mandi sebagai Keterangan (K)
       
    • Kalimat Dasar berpola S-P (Predikat : verbal)
      Contoh : Nina Menyapu
      *Nina sebagai Subjek (S)
      *Menyapu sebagai Predikat (P)
       
    • Kalimat Dasar berpola S-P (Predikat: Nomina)
      contoh : Shakila cantik
      *Shakila sebagai Subjek (S)
      *Cantik sebagai Predikat (P)
       
    • Kalimat Dasar S-P(Predikat : Adjektiva)
      contoh : Para ahli cerdas
      *Para ahli sebagai Subjek (S)
      *Cerdas sebagai Predikat (P)  
    Adapun Artikel yang saya jadikan referensi yaitu :
    http://handikaabdillah20021992.blogspot.co.id/2012/10/kalimat-dasar-bahasa-indonesia.html

    Ragam Bahasa

    Sabtu, 08 Oktober 2016

    1. Pengertian Ragam Bahasa
         Ragam Bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian, menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan serta menurut medium pembicara.

    2. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa

    • Faktor Budaya dan letak geografis
      Setiap daerah memiliki ragam hidup, budaya dan bahasa yang berbeda-beda seperti Pulau Jawa dan Papua. Dan beberapa daerah indonesia lainnya, namun Bahasa Indonesia yang menyatukan bahasa daerah yang berbeda-beda tersebut.
       
    • Faktor Sejarah
      Setiap daerah memiliki kebiasaan dan nenek moyang yang berbeda-beda.
       
    • Faktor Perbedaan Demografi
      Dimana setiap wilayah memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda, seperti di pegunungan, pantai, dan pemukiman padat penduduk. Daerah yang tinggal di sekitar pantai dan pegunungan cendrung berbicara dengan volume yang keras dan tinggi, sedangkan penduduk pemukiman yang padat lebih cendrung kepada menggunakan bahasa lisan yang panjang dengan volume suara yang rendah, karena lokasinya yang saling berdekatan.
       
    • Faktor Ilmu Pengetahuan
      Pada zaman sekarang bahasa sangat penting dan dijadikan pendidikan untuk Ilmu Pengetahuan yang harus dipelajari.
    3. Macam-macam Ragam Bahasa
    Ragam Bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
    • Ragam Bahasa berdasarkan Media
      Media merupakan sarana untuk menghasilkan ragam bahasa, ragam bahasa terbagi atas ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan.
       
    • Ragam Bahasa Lisan
      Ragam Bahasa Lisan adalah bahasa yang dihasilkan dari alat ucap dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan mempunyai tata bahasa, kosakata dan lafal. Ragam lisan ini bisa menujukkan sebuah ekspresi, mimik wajah, suara tinggi ataupun rendah, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
      Contoh dari ragam lisan antara lain :
      *Ragam bahasa cakapan
      *Ragam bahasa pidato
      *Ragam bahasa kuliah
      *Ragam bahasa panggung

      Ciri-ciri ragam lisan yaitu :
      *Memerlukan orang kedua atau teman bicara
      *Tergantung situasi, kondisi, ruang dan waktu
      *Tidak harus memerhatikan unsur gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh
      *Berlangsung cepat
      *Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu
      *Kesalahan dapat langsung dikoreksi
      *Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.

      Kelebihan ragam bahasa lisan yaitu :
      *Dapat disesuaikan dengan situasi
      *Faktor efIsiensi
      *Faktor kejelasan berupa mimik wajah, intonasi.
      *Faktor kecepatan
      *Bentuknya lebih bebas
      *Bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari infomasi audit, visual dan kognitif

      Kelemahan ragam bahasa lisan yaitu :
      *Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap.
      *Penuturan sering mengulangi beberapa kalimat
      *Tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan
      *Aturan-aturan bahasa yang tidak formal
       
    • Ragam bahasa tulis
      Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa, seperti susunan kalimat, penggunaan ejaan dan tanda baca dalam mengungkap ide.

      Contoh ragam tulis antara lain :
      *Ragam bahasa teknis
      *Ragam bahasa undang-undang
      *Ragam bahasa catatan
      *Ragam bahasa surat

      Ciri-ciri ragam bahasa tulis yaitu :
      *Tidak memerlukan orang kedua atau teman bicara
      *Berlangsung lambat
      *Selalu memakai alat bantu
      *Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi
      *Tidak tergantung situasi, kondisi, ruang dan waktu
      *Harus memperhatikan unsur gramatikal
      *Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah, hanya terbantu dengan tanda baca

      Kelebihan ragam tulis yaitu :
      *Informasi yang disajikan bisa dipilih untuk materi.
      *Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat
      *Sebagai sarana memperkaya kosakata
      *Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi.

      Kekurangan ragam tulis yaitu :
      *Sarana untuk memperjelas pengertian seperti lisan itu tidak ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna
      *Tidak mampu menyajikan beritas secara lugas, jernih dan jujur
      *Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas atau ditolong B
       
    • Ragam bahasa berdasarkan daerah
      Ragam daerah disebut (logat/dialek).
      Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli.

      Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda.
      Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak pada pelafalan /b/ pada posisi awal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan /t/ seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.

      Biasanya pemerian dialek adalah berdasarkan geografi, namun bisa berdasarkan faktor lain, misalkan faktor sosial. Sebuah dialek dibedakan berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapan. Jika pembedaannya hanya berdasarkan pengucapan, maka istilah yang tepat ialah aksen dan bukan dialek.
    • Ragam Bahasa berdasarkan cara pandang penutur
      Ragam bahasa berdasarkan daerah logat/dialek
      Dialek merupakan logat suatu bahasa, pemberian dialek berdasarkan geografi dan juga sosial. Sebuah dialek dibadakan berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapan. Jika pembedaannya hanya berdasarkan pengucapan, maka istilah yang tepat ialah aksen, bukan dialek.

      Berdasarkan pemakaian bahasa, dialek dibedakan menjadi berikut:
      • Dialek regional adalah varian bahasa yang hanya dipakai di daerah tertentu. contohnya : Bahasa Indonesia dialek Ambon, dialek Jakarta, dialek Medan.
      • Dialek sosial adalah dialek yang dipakai kelompok sosial tertentu. misalnya : dialek remaja
      • Dialek temporal yaitu dialek yang dipakai pada kurun waktu tertentu. misalnya : dialek melayu yang dipakai pada zaman Sriwijaya
       
    • Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penuturan
      Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok yang berpendidikan berbeda dengan kelompok yang tidak berpendidikan. Terutama dalam pelafalan kata bahasa asing.
      Misalnya, foto, vitamin, film, favorit,dsb. Kelompok yang tidak berpendidikan mungkin menyebutnya seperti poto, pilm, paporit,dsb.
       
    • Ragam bahasa berdasarkan sikap penuturan
      Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penuturan oleh kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, santai, dan akrab. Semakin formal penutur dan kawan bicara maka semakin resmi dan tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, jika semakin rendah tingkat keformalannya, maka semakin santai dan rendah kebakuan bahasa yang digunakan.
    4. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan topik pembicaraan
    Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari beberapa ragam diantaranya adalah :
    • Ragam bahasa ilmiah
      contohnya : Andi melakukan penelitian ilmiah di Belanda dengan hasil yang membanggakan.
    • Ragam hukum
      contohnya : Jessica Kumala Wongso ditindak pidana selama 20 tahun penjara.
    • Ragam sastra
      contohnya : Novel ini menceritakan alur maju mundur
    • Ragam bisnis
      contohnya : Pameran di Tanah Abang sedang diskon besar-besaran
    • Ragam kedokteran
      contohnya : Anak itu menderita penyakit asam lambung
    • Ragam sosial
      contohnya : Gubernur DKI Jakarta mengajak melakukan gotong royong bersama untuk melestarikan lingkungan 
    • Ragam agama
      contohnya : Hari ini adalah Tahun Baru Islam.
    Adapun artikel yang dapat dijadikan referensi yaitu:
    http://juragandlieur.blogspot.co.id/2015/10/ragam-bahasa.html
    http://zonata.praseblog.xyz/2015/10/pengertian-penyebab-macam-jenis-ragam-bahasa-di-indonesia.html

    Diksi

    Kamis, 06 Oktober 2016

    1. Pengertian Diksi
          Secara singkat, diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaanya) untuk mengungkapkan gagasan serta diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

    2. Kajian-kajian Diksi
    • Fungsi Diksi
      *Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang dismpaikan oleh pembicara atau penulis.
      *agar mencapai target komunikasi yang efektif
      *melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal
      *membentuk gaya ekspresi yang tepat sehingga dapat menyenangkan pembaca maupun pendengarnya.
    3. Macam-macam Diksi
    • Sinonim
      Sinonim merupakan pilihan kata yang memiliki makna persamaan. contohnya seperti : pandai sama dengan pintar.
       
    • Antonim
      Antonim merupakan pilihan kata yang memiliki makna berlawanan. contohnya seperti : senang lawannya sedih.
       
    • Polisemi
      Polisemi merupakan satuan bahasa (kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. contohnya seperti : anak durhaka, anak sholeh, anak angkat, dll.
       
    • Homograf
      merupakan kata yang memiliki tulisan yang sama, namun bunyi dan artinya berbeda. contohnya seperti :
      (1)Saya sedang berada di Serang.
      (2)Semalam Andi diserang begal.
       
    • Homofon
      merupakan kata-kata yang memiliki bunyi yang sama, namun memiliki arti dan ejaan yang berbeda. contohnya :
      (1) Saya akan pergi ke Bank,
      (2) Baksonya bungkus satu bang.
       
    • Homonim
      merupakan kata yang memiliki ejaan yang sama, namun memiliki bunyi dan arti yang berbeda. contohnya :
      (1) ular itu memiliki bisa.
      (2) saya bisa mendapatkan nilai tertinggi.
       
    • Hiponim
      merupakan makna kata telah tercakup dalam kata lain. contohnya : mawar hiponim dari bunga.
       
    • Hipernim
      merupakan kata yang mencakup kata lain. Hipernim kebalikkan dari hiponim. contohnya seperti bunga merupakan hipernim dari mawar, melati, anggrek, dll.

    4. Makna-makna Diksi
    • Makna Denotasi dan Makna Konotasi
      makna denotasi berarti makna yang sesungguhnya yang sesuai dengan pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia.
      Contohnya berupa : kaya, miskin, dll.

      Sedangkan makna konotasi yaitu makna yang bukan sebenarnya, makna yang hanya dapat dimengerti oleh beberapa orang saja.
      contohnya seperti : alarm, disiplin, bijaksana, dll.
       
    • Makna leksikal dan Makna gramatikal
      makna leksikal yaitu makna yang sesuai dengan hasil observasi atau yang sesuai dengan kehidupan nyata.
      contohnya seperti : osteoporosis yaitu penyakit tulang yang rapuh.

      Sedangkan makna gramatikal merupakan makna kata yang menyatakan makna jamak, yang menunjukkan satu jumlah.
      contohnya seperti : ada buku-buku baru di perpustakaan. artinya ada banyak buku baru yang datang di perpustakaan.
       
    • Makna referensial dan nonreferensial.
      makna referensial merupakan kata yang mengacu atau menujuk kepada sesuatu.
      contohnya : buku bahasa indonesia ada di rak no.2, "rak no.2" merupakan frase yang menunjukkan makna referensial.

      Sedangkan nonreferensial merupakan kebalikkan dari referensial,
      contohnya : "saya baru saja mengganti channel TV, tetapi saya lupa menaruhnya dimana. kata "tetapi" merupakan makna nonreferensial.
       
    • Makna Konseptual dan Makna Asosiatif
      makna konseptual merupakan suatu kata yang menunjukkan deskripsi kata tersebut.
      contohnya : Ayah menunggangi kuda. "kuda" artinya binatang berkaki empat yang dapat dijadikan alat transportasi.

      Sedangkan makna asosiatif yaitu makna kata yang menunjukkan hubungan yang terkait dengan kata tersebut.
      contohnya : kata merah memiliki hubungan berani, kata putih memiliki hubungan suci, dll.
       
    • Makna Kata dan Makna istilah
      makna kata akan terlihat jelas ketika kata tersebut dijadikan sebuah kalimat.
      contohnya : kata "dingin" dapat berarti menujukkan suhu, cuaca maupun sifat seseorang.

      Sedangkan makna istilah yaitu makna yang bersifat pasti atau mutlak.
      contohnya : dari kata "dingin" jika terdapat pada ilmu pengetahuan alam, maka memiliki makna pasti atau mutlak yaitu suhu.
       
    • Makna Kias dan Makna lugas
      makna kias merupakan kata atau frase yang biasa digunakan untuk mengatakan makna secara tidak langsung.
      contohnya biasa digunakan dalam majas atau pribahasa : andi orangnya panjang tangan. panjang tangan merupakan makna kias yang artinya adalah suka mencuri.
      Sedangkan makna lugas adalah kebalikkan dari makna kias, makna yang secara terang-terangan menyebutkan makna sebenarnya.
      contohnya : andi orang yang suka mencuri.
    Adapun artikel yang saya jadikan referensi yaitu :
    http://pengertiandefinisi.com/pengertian-diksi-fungsi-diksi-dan-macam-macam-diksi/ https://disclamaboy.wordpress.com/2012/11/02/diksi-pengertian-dan-macam-macamnya/

    Fungsi dan Kedudukan Bahasa

    Rabu, 05 Oktober 2016

    1. Pengertian Bahasa
          Bahasa merupakan sarana komunikasi antar masyarakat yang melibatkan perasaan dan menyampaikan sebuah ide, baik secara lisan maupun tulisan.

    2. Fungsi Bahasa secara Umum
    • Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengespresikan diri.
    • Sebagai alat komunikasi. 
    • Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial. 
    • Sebagai alat kontrol sosial. 
    • Untuk membangun karakter.
    3. Perkembangan Bahasa Indonesia
          Awalnya, bahasa indonesia berasal dari bahasa melayu. Pada era Sriwijaya, bahasa melayu digunakan sebagai alat komukasi antar pedagang dari dalam dan luar nusantara.
    Perubahan dan perkembangan bahasa melayu tampak jelas pada contoh-contoh peninggalan sejarah, seperti :
    • Tulisan yang terdapat pada batu Nisan di Minye Tujoh, Aceh pada tahun 1380.
    • Prasasti Kedukan Bukit, di Palembang pada tahun 683 M. 
    • Prasasti Talang Tuo, di Palembang pada Tahun 684 M. 
    • Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat, pada Tahun 686 M. 
    • Prasati Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi, pada Tahun 688 M dan pada saat itu bahasa melayu telah berfungsi sebagai, 
    • Bahasa kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisia aturan-aturan hidup dan sastra. 
    • Bahasa perhubungan (Lingua Franca) antar suku di indonesia 
    • Bahasa perdagangan baik bagi suku yang ada di Indonesia maupun pedagang yang berasal dari luar Indonesia. Namun, setelah merdeka bahasa indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 yang mengeluarkan ikrar dari beberapa pemuda indonesia yaitu :
      *Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
      *Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
      *Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
      ikrar tersebut dikenal dengan sebutan "sumpah pemuda". Pada tahun 1928 Bahasa Indonesia dikokohkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara yang diresmikan pada tanggal 18 Agustus 1945, sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya satu hari setelahnya, bertepatan dengan mulai berlakunya konstitusi.
    4. Kedudukan Bahasa Indonesia
          Bahasa indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional.
    yang artinya bahasa yang mencerminkan nilai-nilai luhur, sosial, budaya bangsa indonesia.
          Sebagai lambang identitas nasional, yang artinya identitas kita sebagai orang indonesia dan ciri akan negara indonesia.
    • Sebagai alat penghubung, yang menghubungkan antar daerah yang berbeda-beda.
    • Bahasa resmi kenegaraan, yang resmi pertama kali menjadi bahasa kenegaraan. 
    • Alat penghubung dalam menjalankan roda pemerintahan. 
    • Alat pengembang kebudayaan dan IPTEK.
    Adapun artikel yang saya jadikan referensi, yaitu :
    http://www.lahiya.com/sejarah-bahasa-indonesia/
    https://azenismail.wordpress.com/2011/09/29/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/
    http://www.gurungapak.com/2016/01/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia.html
     
    FREE BLOG TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS