Pages

Tutorial Menggunakan Software Forticlient

Minggu, 14 Januari 2018

Assalamualaikum wr.wb 

Materi yang akan saya bahas kali ini merupakan cara-cara menggunakan Software Forticlient.

FortiClient merupakan alat yang dapat digunakan untuk menjaga keamanan PC dengan paket layanannya yang komprehensif, meliputi berbagai fungsi yang melindungi komputer sepenuhnya. Fitur-fitur yang akan dibahas pada materi kali ini berupa antivirus, web filtering dan konfigurasi pembuatan VPN. Disini kita dapat membahasnya satu per satu.

1. Antivirus 
   
   Sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mengamankan, mendeteksi, dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. 


ini merupakan tampilan awal pada fitur antivirus yang berupa pemberitahuan mendasar. Kemudian pilih settingan untuk pilihan realtime protection. 



Tekan elevate yang berfungsi sebagai untuk meningkatkan keamanan pada antivirus. 



Pada realtime protection ini berfungsi sebagai pengturan mengenai pemindaian virus yang ada di komputer


Pada Scheduled Scan berfungsi untuk penjadwalan atau merencanakan antivirus memindai kommputer tersebut.
 

Exclution list merupakan pengecualian yang digunakan untuk suatu file / folder pada komputer agar tidak di scan/pindai oleh antivirus dari FortiClient ini.

2. Web Filtering

    Web Filtering adalah program yang dapat menyaring halaman Web masuk untuk menentukan beberapa atau semua itu tidak harus ditampilkan ke pengguna. Filter memeriksa asal konten dari halaman web pada perangkat aturan disediakan oleh perusahaan atau orang telah diinstal filter Web. 

Adapun langkah-langkah melakukan penyaringan pada website seperti berikut, 



Ini merupakan tampilan untuk fitur web filtering, yang memiliki beberapa kategori diantaranya. 




Diantara banyak kategori ada yang dapat di akses, ada yang diblokir dan ada yang memiliki pilihan aksesnya. 


 Disini kita melakukan pemblokiran pada situs yahoo.com sebagai contoh dari pemfilteran web ini.




Dan pada list keluaran dimasukkan memperbolehkan untuk berada pada kategori dan mengidentifikasi penggunanya. 



Ketika dibuka pada browser, maka situs yang telah kita blokir tadi akan tampil seperti gambar di atas. Situs berhasil diblokir. 



Ini merupakan pemberitahuan situs yang kita blokir dan siapa yang melakukan pengakasesan situs yang di blokir.

3. Membuat konfigurasi VPN

   VPN meruapakan singkatan dari “Virtual Private Network”, merupakan suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan Internet (publik). VPN berfungsi untuk memberikan koneksi yang sangat aman antara jaringan pribadi yang terhubung melalui Internet. 

Adapun langkah-langkah pembuatan VPN pada software ini yaitu, 



 Untuk memulai pilih konfigurasi VPN. 



 Setelah itu isikan nama dan ip untuk remote access yang akan kita gunakan nanti. Kemudian Apply.
 

Setelah dikonfigurasi, maka terlihat perubahan pada nama pada VPNnya. 


Dan VPN yang telah dikonfigurasi sudah bisa kita gunakan. 

Sekian Tutorial mengenai penggunaan pada Software FortiClient. Semoga bermanfaat !

Wassalamualaikum wr wb.


Nama        : Fitry Febriani
NPM         : 4B116852
Kelas         : 3 DC 01

[TUGAS] VCLASS JARINGAN KOMPUTER LANJUT | 14 JANUARI 2018 | UNIVERSITAS GUNADARMA

Dosen : AKHMAD FAUZI

Daftar Pustaka

Kamis, 05 Januari 2017


1. Pengertian Daftar Pustaka
      Daftar Pustaka adalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis. Daftar Pustaka ada pada semua jenis karya tulis ilmiah seperti buku, skripsi, makalah, artikel, dan sebagainya.

2. Unsur-unsur Daftar Pustaka
   
    1. Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
    2. Judul buku, termasuk judul tambahan.
    3. Data publikasi  penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilid dan
        tebal(jumlah halaman) buku tersebut.
    4. Untuk sebuah artikel diperlukan judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan
        tahun.

3. Teknik Penulisan Daftar Pustaka

    1. Bersumber dari Buku

        # Pengarang 1 orang

           1. Tulis terlebih dahulu nama belakang/ keluarga/ marga, kemudian nama depan penulis.
           2. Kemudian tulis tahun terbit buku.
           3. Cantumkan judul buku dengan dicetak miring atau cetak tebal.
           4. Tulis tempat/kota penerbit buku.
           5. Kemudian tulis penerbit.

Contoh :
* I. Nyoman. 2016. Surat Kecil Untuk Tuhan. Padang: Gramedia Pustaka.
* Shodiqin, Ali. 2008. Antropologi Al-Qur'an Model Dialektika Wahyu & Budaya. Yogyakarta:
   Ar-Ruzz Media.
* Maulana, Ahmad. 2016. Mahir Menulis Artikel Ilmiah. Surabaya: Pustaka Al-Hikmah.

       # Pengarang 2 orang

          1. Tulis terlebih dahulu nama belakang/ keluarga/ marga, kemudian nama depan penulis.
              Jika penulis lebih dari satu orang, nama penulis dipisahkan dengan tanda baca koma atau
              kata penghubung "dan".
          2. Kemudian tulis tahun terbit buku.
          3. Cantumkan judul buku dengan dicetak miring atau cetak tebal.
          4. Tulis tempat/kota penerbit buku.
          5. Kemudian tulis penerbit.
         
Contoh :
* Maryam, dan Ismail, A.M. 2017. Kunci Masuk Surga. Jakarta: Bulan Pustaka.
* Nasoetion, A.H., dan Ahmad Barizi. 2000. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia.


       # Pengarang lebih dari 2 orang

           1.Tulis nama penulis pertama terlebih dahulu, kemudian gunakan "et al" atau "dan".
           2. Tulis tahun terbit buku.
           3. Cantumkan judul buku dengan dicetak miring atau cetak tebal.
           4. Tulis tempat/kota penerbit buku.
           5. Kemudian tulis penerbit.

Contoh :
*
Nugraha, Aria. et al. 2013. Cara Belajar Bahasa Inggris dengan Benar.  Bandung: Gradita Pustaka.
*Sukanto, Rudi, Budi Mulya dan Rangga Sela. 1999. Business Forcasting. Yogyakarta: Bagian
  Penerbitan Manajemen Informatika UGM.

2. Bersumber dari Jurnal

    1. Tulis terlebih dahulu nama belakang/keluarga/marga kemudian nama depan penulis. Jika
         penulis lebih dari satu orang, nama penulis dipisahkan dengan tanda baca koma atau kata
         penghubung “dan”.
    2. Kemudian tulis tahun penerbitan jurnal.
    3. Cantumkan judul jurnal dengan dicetak miring atau cetak tebal.
    4. Lalu tulis nama penerbit.
    5. Edisi atau volume journal.
    6. Jika ada cantumkan halaman.
    7. Alamat URL
    8. Tanggal dan waktu ketika mengakses jurnal.

Contoh :
* Nugraha, Aria. 2014. Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal yang Benar. Jurnal Bahasa Indonesia, 4 (3): 12-17. http://www.KelasIndonesia.com/page/artikel/?act/detil /aid/42. (Diakses 27 Maret 2015 pukul 20.00 wib.)

* Insukindro dan Aliman. 1999. Pemilihan dan Fungsi Empirik: Studi Kasus Perminatan Uang Kartal Riil di Indonesia. Jakarta: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 14,No. 4:49-61. (Diakses 22 Februari 2014 pukul 22.00 wib.)

3. Bersumber dari Artikel

   1. Tulis terlebih dahulu nama belakang/keluarga/marga kemudian nama depan penulis
   2. Kemudian tulis tahun cetak artikel.
   3. Cantumkan judul Artikel dengan dicetak miring atau cetak tebal.
   4. Lalu tulis nama artikel.
   5. Tuliskan halaman artikel.

Contoh :
* Permata, Sofi. 20 Maret 2015. Membiasakan Berbahasa yang Baik dan Benar. Bandar
   Lampung Post, hlm. 2.

4. Bersumber dari Majalah

   1. Tulis terlebih dahulu nama belakang/keluarga/marga kemudian nama depan penulis
   2. Kemudian tulis tahun cetak majalah jurnal.
   3. Cantumkan judul Majalah dengan dicetak miring atau cetak tebal.
   4. Lalu tulis nama majalah.
   5. Jika ada cantumkan nomor edisi majalah.

Contoh :
* P. Nova. 12 April 2014. Cara Membuat Kue Lapis Coklat. Modern Life. IXXXX
* Budiharto, Widodo. 2004. Beralih ke Oracle 10g. Jakarta: Majalah Bisnis Komputer, No. 6 Thn.
   04.

5. Bersumber dari Koran/Surat Kabar

   1. Tulis terlebih dahulu nama belakang/keluarga/marga kemudian nama depan penulis
   2. Kemudian tulis tahun cetak koran/surat kabar.
   3. Cantumkan judul koran/surat kabar dengan dicetak miring atau cetak tebal.
   4. Lalu tulis nama kora/surat kabar.
   5. Cantumkan tanggal terbit koran/surat kabar.

Contoh :
* Arifin, Mushallin. 2013. "Rahasia Sukses Menjadi IB Forex". KOMPAS, 2 Juni 2013.
* Sunarman, Nanang.2005.Batik Mega Mendung dan Kearifan Lokal Cirebonan.Radar Cirebon. 2
   Januari 2001.

6. Bersumber dari Website

  1. Penulisan nama pengarang sama seperti aturan penulisan nama pada daftar pustaka biasa, yaitu nama depan ditulis di belakang.
  2. Judul tulisan diberi tanda kutip.
  3. Tanggal Akses
  4. Alamat situs atau blog. Alamatnya harus berupa URL (Uniform Resource Locator) alias:
    Rangkaian karakter menurut suatu format standar tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar di Internet. Seperti ini: http://id.wikipedia.org/wiki/URL
 Contoh :
 * Aini, Ratu. “Cara Beternak Itik Lampung”. 15 Januari 2001. http://ternakindo.com/2008/12
  
/literasi- informasi-ternak-itik-nasional.html.
*Shackelford, W. (2000). The six stages of cultural competence. In Diversity central: Learning.
  Retrieved April 16, 2000, from http://www.diversityhotwire.com/learning/cultural_insights.html
* American Psychological Association. (n.d.) APAStyle.org: Electronic references. Retrieved August
  31, 2001, from http://www.apa.org/journals/webref.html

Adapun Artikel yang dapat dijadikan referensi yaitu :
http://caramenulisbuku.com/cara-menulis-daftar-pustaka-dari-internet/cara-menulis-daftar-pustaka-internet.htm
http://www.kelasindonesia.com/2015/03/tata-cara-penulisan-daftar-pustaka-yang-benar.html
https://girlycious09.wordpress.com/tag/teknik-penulisan-daftar-pustaka/

Catatan Kaki

Selasa, 29 November 2016

1. Pengertian Catatan Kaki
    Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

2. Teknik Penulisan Catatan Kaki
  • Penulisan Catatan Kaki
    *Catatan kaki dipisahkan tiga spasi dari naskah yang sama
    *Antar catatan kaki dipisahkan dengan satu spasi
    *Catatan kaki lebih dari dua baris diketik dengan satu spasi
    *Catatan kaki diketik sejajar dengan margin
    *Catatan kaki jenis karangan ilmiah formal, diberi nomor urut mulai dari nomor satu untuk
      catatan kaki pertama pada awal bab berlanjut sampai dengan akhir bab.
      Pada setiap awal bab baru berikutnya catatan kaki dimulai dari nomor satu.
      Laporan atau karangan tanpa bab, catatan kaki ditulis pada akhir karangan.
    *Nomor urut angka arab dan tidak diberi tanda apa pun
    *Nomor urut ditulis lebih kecil dari huruf lainnya, misalnya font 10
  • Aturan penulisan catatan kaki
    Catatan kaki yang merupakan rujukan atau data pustaka ditulis berdasarkan cara berikut ini:

    *Urutannya: Nama pengarang, judul buku, nama penerbit, kota terbit, tahun terbit, dan nomor 
      halaman.
    *Nama pengarang ditulis lengkap, tidak boleh dibalik, dan tanpa gelar akademik.
    *Judul buku, masing-masing kata ditulis dengan huruf kapital, dicetak miring, digaris bawah, 
      atau dicetak tebal.
    *Tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam catatan kaki adalah koma.
    *Harus disediakan ruang atau tempat secukupnya pada kaki halaman tersebut sehingga margin  di bawah tidak boleh lebih sempit dari 3 cm sesudah diketik baris terakhir dai catatan kaki.
    *Sesudah baris terakhir dari teks, dalam jarak 3 spasi harus dibuat sebuah garis, mulai dari 
      margin kiri sepanjang 15 ketikkan dengan huruf pika atau 18 ketikkan dengan huruf dite (--).
    *Dalam jarak dua spasi dari jenis tadi, dalam jarak 5-7 ketikkan dari margin kiri nomor 
      penunjukkan.
    *Langsung sesudah nomor penunjukkan, setengah spasi ke bawah mulai diketik baris pertama 
      dari catatan kaki.Jarak antarbaris dalam catatan kaki adalah spasi rapat, sedangkan jarak antar catatan kaki pada halaman yang sama (kalau ada) adalah dua spasi.
    *Baris kedua dari tiap catatan kaki selalu dimulai dari margin kiri.
     
  • Unsur-unsur Catatan Kaki
    *Nama Pengarang
    *Judul Buku
    *Nama atau nomor seri (jika ada)
    *Data publikasi (jilid, nomor cetakan, kota penerbit, nama penerbit, tahun terbit)
    *Nomor Halaman
3. Tujuan membuat catatan kaki

# Tujuan dalam Bidang Akademis yaitu :

  • Memperluas makna informasi bahasan dalam naskah
  • Menunjukkan objektivitas kualitas karangan
  • Mencegah pengulangan penulisan data pustaka
  • Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi
  • Memudahkan penyuntingan data pustaka
  • Menunjukkan kualitas kecerdasan akademis penulisnya.
# Tujuan dalam Bidang Etika (moral)
  • Pengakuan dan penghargaan kepada penulis sumber informasi
  • Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat
  • Menunjukkan etika dan kejujuran intelektual , bukan plagiat
  • Menunjukkan kesantunan akademis penulisnya.
# Tujuan dalam keterangan tambahan:
  • Memberikan penjelasan (keterangan) tambahan
  • Memperjelas konsep , istilah , definisi , komentar , atau uraian tambahan tanpa mengganggu  proses pemahaman uraian
  • Tidak mengganggu fokus analisis atau pembahasan
  • Meningkatkan kualitas karangan
  • Mempertinggi nilai estestika.
Adapun yang dapat dijadikan referensi yaitu :
http://cyberblogsz.blogspot.co.id/2014/02/cara-penulisan-daftar-pustaka-dan.html
https://tutorialsoftwaregratis.blogspot.com/2014/08/cara-menulis-catatan-kaki-footnote.html

Kutipan

Rabu, 23 November 2016

1. Pengertian Kutipan
      Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

2. Prinsip-prinsip Mengutip
     

Prinsip-prinsip yang benar dalam mengutip dari tulisan orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber kutipan    kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
     
  • dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwapenghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya :

    *Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri   sampai margin kanan).
3. Macam-macam Kutipan
  • Kutipan Langsung
    kutipan yang sama persis seperti kutipan aslinya, atau sumber yang kita ambil untuk mengutip. Disini kita sama sekali tidak boleh merubah atau menghilangkan kata atau kalimat dari sumber kutipan kita. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
    Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll.

  • Kutipan Tidak Langsung
    kutipan yang telah kita ringkas intisarinya dari sumber kutipan aslinya. Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
     
  • Kutipan pada catatan kaki 
  • Kutipan atas ucapan lisan 
  • Kutipan dalam kutipan 
  • Kutipan langsung pada materi
4. Teknik Mengutip

Beberapa cara teknik mengutip kutipan langsung dan tidak langsung diantaranya sebagai berikut.

1. Kutipan langsung
  • Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris :
    • kutipan diintegrasikan dengan teks
    • jarak antar baris kutipan dua spasi
    • kutipan diapit dengan tanda kutip
    • sudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.
  • Kutipan Langsung yang terdiri lebih dari 4 baris :
    • kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
    • jarak antar kutipan satu spasi
    • kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
    • kutipan diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
    • di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1) 
2. Kutipan tidak langsung
  • kutipan diintegrasikan dengan teks
  • jarak antar baris kutipan spasi rangkap
  • kutipan tidak diapit tanda kutip
  • sesudah selesai diberi sumber kutipan
3. Kutipan pada catatan kaki
    Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

4. Kutipan atas ucapan lisan
    Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

5. Kutipan dalam kutipan
    Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.

Adapun Artikel yang dijadikan Referensi yaitu :
https://girlycious09.wordpress.com/tag/prinsip-kutipan/
https://lytasapi.wordpress.com/2010/06/05/pengertian-fungsi-dan-jenis-kutipan/

Kasus Penulisan Ilmiah

Senin, 14 November 2016

1. Berdasarkan Diksi

Materi :
Ketika Aurduino UNO diprogram untuk mengabaikan data yang cacat/salah (contohnya apa saja selain sebuah penguploadan kode baru) untuk menahan beberapa bit pertama dari data yang dikirim ke board setelah sebuah koneksi dibuka.  (halaman 12)


Pada kalimat “cacat/salah”
kata tersebut merupakan sinonim yang artinya pemilihan kata yang memiliki makna persamaan. Cacat memiliki makna yang berarti salah seperti yang dituliskan Penulisan Ilmiah tersebut.

2. Berdasarkan Diksi


Materi:
Android adalah sebuah sistem operasi yang berbasis linux untuk telepon seluler seperti smartphone dan komputer tablet.Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh berbagai macam piranti bergerak. (halaman 25)


Pada kalimat Linux kata tersebut merupakan Hipernim dari sebuah Sistem Operasi. Karena sistem operasi memiliki banyak cakupannya seperti Windows, Unix, Mac OS. Hipernim merupakan kata yang mencakup kata lain. Sama seperti Sistem Operasi yang telah mencakup Linux di dalamnya.

3. Berdasarkan Ragam Bahasa


Materi:

Arduino merupakan open-source platform prototype elektronik berdasarkan fleksibel, perangkat keras dan perangkat lunak yang mudah digunakan. Arduino ditunjukan untuk seniman elektronik, desainer, penggemar dan siapapun yang tertarik dalam menciptakan objek interaktif atau lingkungan.

Arduino bisa merasakan lingkungan dengan menerima masukkan dari berbagai sensor dan dapat mempengaruhi sekitarnya dengan mengendalikan lampu, motor, dan aktuator lainnya. (halaman 5)

Ragam bahasa di atas merupakan
ragam bahasa tulis. Ragam 

bahasa teknis ini merupakan ragam bahasa yang dilakukan mengenai teknis atau cara penulisan yang dicontohkan. Namun, pada materi ini merupakan penjelasan dari Arduinoserta makna yang terkait di dalamnya.

4. Berdasarkan Kalimat


Materi:

Didalam smartphone android sudah terinstal aplikasi yang bernama KINGSTREAM yaitu aplikasi yang memiliki fungi sebagai remote atau tombol sakelar, aplikasi ini yang memanfaatkan fitur Bluetooth pada smartphone sebagai media komunikasi untuk mengirim instruksi-instruksi untuk menyalakan kipas angin kepada arduino untuk diolah dan diproses. (halaman 30)

Pada kalimat terinstalharusnya ditulis dengan ”terinstall”. Karena kata dasarnya adalah install.Jika ingin dibawakan kalimat dengan Berbahasa Indonesia, ada baiknya jika ditulis dengan “pengunduhan”. Namun, jika ingin digunakan dalam Bahasa Iggris, maka harus dengan dasar kalimat yang benar.


5. Berdasarkan Kalimat Efektif


Materi:

Android adalah sebuah sistem operasi yang berbasis linux untuk telepon seluler seperti smartphone dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh berbagai macam piranti bergerak. (halaman 32)

Pada kalimat tersebut ada baiknya jika “digunakan oleh” dihapuskan dan kata “untuk” diganti menjadi “yang”.Maka akan menghasilkan kalimat yang lebih efektif yaitu “Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang yang menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk berbagai macam piranti bergerak.”

6. Berdasarkan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Materi:
Siapkan gambar rangkaian yang ingin dibuat, untuk memudahkan dalam merancang dan merangkai alat. (halaman 38)


Berdasarkan EYD, tanda koma antara kata “dibuat,untuk” harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan EYD Bahasa Indonesia pada pemakaian tanda baca.

7. Berdasarkan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Materi:
Baris program diatasmerupakan proses pembacaan dan penyimpanan, jika beberapa data dikirimkan dari Bluetooth ke perangkat pengendali kipas angin. (halaman 39)


Kata diatas pada EYD harusnya ditulis “di atas” karena menunjukkan sebuah tempat dan imbuhan harus dipisahkan. 

Sumber data :
Penulisan Ilmiah, SIMULASI SAKELAR KIPAS ANGIN BERBASIS ARDUINO UNO MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BLUETOOTH PADA SMARTPHONE, 2014, 5-39
.

    Pengembangan Alinea (Paragraf)

    Senin, 07 November 2016

    1. Pengertian Alinea

          Alinea adalah bagian wacana yang mengungkapkan suatu pikiran yang lengkap atau satu tema yang dalam ragam tulis ditandai oleh baris pertama yang menjorok kedalam atau jarak spasi yang lebih.Dalam kamus tersebut alinea diartikan pula sebagai paragraf.
         Kata paragraf diserap dalam bahasa Indonesia dari bahasa Inggris paragraph, sedangkan alinea diserap dari bahasa Belanda dengan ejaan yang sama. Kata alenia bahasa Belanda itu sendiri berasal dari bahasa latin a lenia yang berarti ‘mulai dari baris baru’. Adapun bahasa Inggris paragraph berasal dari bahasa Yunani para yang berarti ‘sebelum’ dan grafein yang berarti ‘menulis; menggores'.
         Pada mulanya paragraf atau alenia tidak dituliskan terpisah dengan mulai garis baru seperti yang kita kenal sekarang, tetapi dituliskan menyatu dalam sebuah teks dengan menggunakan tanda sebagai ciri awal paragraf.

    2. Jenis Paragraf

    • Paragraf Deduksi
      Deduksi berarti berfikir dari umum ke khusus. Paragraf ini penempatan kalimat topiknya selalu diawal.
    • Paragraf Induksi
      Paragraf yang pengembangannya dimulai dari pemaparan bagian-bagian kecil atau hal-hal yang konkret hingga sampai kepada suatu simpulan yang bersifat umum disebut paragraf induksi.
      Induksi berarti cara berfiikir dari khusus ke yang umum. Pada paragraf seperti ini penempatan kalimat topiknya berada diakhir paragraf.
       
    • Paragraf CampuranDalam paragraf campuran penempatan kalimat topiknya di tengah paragraf. Paragraf ini di mulai oleh kalimat pengembang setelah kalimat atau kata transisi kalau ada.
      Setelah itu, kalimat topik di kembangkan lagi dan diakhiri oleh kalimat penegas kalau diperlukan.
       
    • Paragraf PerbandinganPengembangan Paragraf perbandingan dilakukan dengan cara membanding-bandingkan kalimat topik.
      Misalnya, kalimat topik mengenai hal yang bersifat abstrak dibandingkan dengan hal yang bersifat konkret dengan cara merinci perbandingan tersebut dalam bentuk yang konkret atau bagian bagian kecil.
       
    • Paragraf Pertanyaan
      Kalimat topik dalam paragraf pertanyaan berbentuk kalimat tanya dan kalimat-kalimat pengembangan dalam paragraf jenis ini juga biasa merupakan jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut.
       
    • Paragraf Sebab-Akibat
      Kalimat topik paragraf sebab-akibat merupakan sebab atau akibat peristiwa-peristiwa atau sifat objek yang dipaparkan dalam kalimat pengembang. Jika kalimat topiknya berupa sebab maka kalimat pengembangnya harus merupakan akibat dari sebab itu. Sebaliknya jika kalimat topiknya berupa akibat, kalimat pengembangnya harus merupakan sebab-sebab dari akibat itu.
       
    • Paragraf Contoh
      Paragraf contoh adalah pengembangan kalimat topik dalam sebuah paragraf dengan menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh itu dipakai untuk memperjelas maksud dalam kalimat topik.
       
    • Paragraf Perulangan
      Pengembangan paragraf perulangan dilakukan dengan cara mengulang kata atau kelompok kata. Pengembangan paragraf perulangan juga bisa dilakukan dengan cara mengulang bagian-bagian kalimat yang penting.
       
    • Paragraf Definisi
      Dalam paragraf definisi kalimat topiknya merupakan sesuatu pengertian atau istilah yang memerlukan penjelasan secara panjang lebar agar maknanya mudah dipahami oleh pembaca. Alat untuk memperjelas pengertian itu ialah kalimat pengembang.
       
    • Paragraf Deskriptif
      Kalimat topik dalam paragraf deskriptif tidak tersurat seperti pada paragraf-paragraf yang lain. Kalimat topik paragraf ini tersirat pada semua kalimat pengembang.
    3. Metode-metode Pengembangan Paragraf
    • Metode Definisi
      Metode definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsepistilah tertentu. Untuk dapat merumuskan definisi yang jelas, penulis hendaknya memperhatikan klasifikasi konsep dan penentuan ciri khas konsep tersebut.
      Satu hal yang perlu diingat dalam membuat definisi, kita tidak boleh mengulang kata atau istilah yang kita definisikan di dalam teks definisi itu
       
    • Metode Proses
      Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu.
      Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda, penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis).
      Banyak sekali peristiwa atau kejadian yang prosesnya berbeda satu sama lainnya. Proses kerja suatu mesin , misalnya, tentu berbeda sangat jauh dengan proses peristiwa sejarah.
       
    • Metode Contoh
      Dalam karangan ilmiah, contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan. Contoh-contoh terurai, lebih-lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf.
       
    • Metode Sebab-Akibat
      Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya.
      Artinya, hubungan kejadian dan penyebabnya harus terungkap jelas dan informasinya sesuai dengan jalan pikiran manusia.
       
    • Metode Umum-Khusus
      Metode umum-khususnya dan khusus-umum paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur.
       
    • Metode Klasifikasi
      Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat, bentuk, ukuran, dan lain-lain, cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi. Klasifikasi sebenarnya bukan khusus untuk persamaan factor tersebut di atas, tetapi juga untuk perbedaan.
    4. Syarat-syarat Alinea/Paragraf yang baik
    • Kesatuan paragraf
      Sebuah paragraf dikatakan mempunyai kesatuan jika seluruh kalimat dalam paragraf hanya membicarakan satu ide pokok ,satu topik/masalah. Jika dalam sebuah paragraf terdapat kalimat yang menyimpang dari masalah yang sedang di bicarakan, berarti dalam paragraf itu terdapat lebih dari satu ide atau masalah.
       
    • Kepaduan paragraf
      Seperti halnya kalimat efektif , dalam paragraph ini juga dikenal istilah kepaduan atau koherensi. Kepaduan paragraf akan terwujud jika aliran kalimat berjalan mulus dan lancer serta logis. Untuk itu, cara repetisi, jasa kata ganti dan kata sambung, serta frasa penghubung dapat dimanfaatkan.
       
    • Ketuntasan
      Ketuntasan ialah kesempurnaan. Hal ini dapat diwujudkan dengan:
      klasifikasi yaitu pengelompokan objek secara lengkap dan menyeluruh.
      Ketuntasan bahasa yaitu kesempurnaan membahas materi secara menyeluruh dan utuh
    • Kelengkapan (Completeness)
      Paragraf yang baik harus memiliki unsur – unsur paragraf yang lengkap diantaranya adalah:

      *Gagasan utama
      Gagasan utama adalah topik utama atau permasalahan yang sedang dibahas dalam suatu paragraf.
      *Kalimat utama
      Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung gagasan utama. Kalimat ini memaparkan apa yang akan dibahas pada paragraf tersebut. Letak kalimat utama di dalam sebuah paragraf bervariasi ada yang terletak di awal yang disebut dengan paragraf deduktif, di akhir yang disebut paragraf induktif maupun di awal dan akhir yang disebut paragraf campuran.
      *Kalimat penjelas
      Kalimat penjelas adalah kalimat – kalimat yang mendukung gagasan utama. Kalimat penjelas perlu untuk ditulis karena kalimat inilah yang akan memberikan alasan yang kuat pada gagasan utama. Kalimat – kalimat ini harus mengandung data berupa fakta, contoh maupun alasan yang jelas.
       
    • Konsistensi Sudut Pandang
      Sudut Pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangannya.
       
    • Keruntutan
      Keruntutan adalah penyusunan urutan gagasan dalam karangan. Gagasan demi gagasan disajikan secara runtut bagaikan air mengalir-tidak pernah putus.
    5. Teknik Pemaparan

    a. Eksposisi
    Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.
    contoh : Harga daging sapi di pasar-pasar tradisional meningkat pesat karena dampak dari pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Hampir 80 persen pedagang kehilangan pembeli seminggu terakhir ini. Pedangang mulai merasa rugi karena daging yang tak kunjung terjual.

    b. Argumentasi
    Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan data/ fakta konsep sebagai bukti atau alasan.
    contoh : Pada kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Kumala Wongso yang dituduhkan sebagai terdakwa serta rekannya Mirna Wayan Solihin sebagai korban bahwasanya Jesicca ditetapka dengan hukuman 20 Tahun penjara, namun pihak Jesicca meminta ajuan banding. Hal tersebut kurang efesien melihat dari proses-proses persidangan yang telah berjalan cukup lama. Karena jaksa dan hakim pasti telah mempertimbangkan segala sesuatu nya berdasarkan bukti-bukti dan saksi yang terlibat.

    c. Deskripsi
    Gambaran suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasakan atau mendengar hal tersebut.
    Contoh : Pulau Lombok, yang berada di Indonesia sangat menarik perhatian para turis, tidak sedikit pendatang yang berkunjung ke pulau yang indah ini. Pasir putihnya yang menawan menyenangkan hati setiap pengunjungnya, pemandangan laut yang terbentang luas pun menyejukkan hati dan perasaan bagi yang melihatnya. Airnya yang bersih menggiurkan pengunjungnya untuk segera mungkin untuk berenang. Memang nuansa yang sangat indah untuk dilihat dan dikunjungi.

    d. Persuasi
    Karangan yang bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.
    Contoh : Andi adalah anak malang yang ditinggalkan orangtua nya ketika dia berumur 2 tahun. Sekarang Andi pun di asuh oleh neneknya yang mulai sakit-sakitan yang dideritanya. Nenek Andi memiliki penyakit kelumpuhan pada kakinya, dan sekarang andi yang berusia 10 tahun itu lah yang meghidupi sang nenek dengan mencari barang-barang bekas untuk dijual agar mereka dapat makan setiap harinya. Rumah mereka pun tak pantas lagi disebut rumah, mengingat hanya ada papan kayu untuk tidur dan atap yang sudah bocor untuk berlindungi. Kita semua berharap agar Pemerintah dapat memperhatikan setiap masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti ini. Dengan demikian, kehidupan masyarakat yang kurang mampu juga dapat terselamatkan.

    e. Narasi
    Karangan yang berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan ini sebagian besar berdasarkan imajinasi
    Contoh : Pagi ini aku akan melaksanakan Ujian Nasional, aku pun mulai membaca kembali pelajaran yang telah kupelajari tadi malam. Namun bel tanda ujian akan dilaksanakan pun berbunyi. Aku sangat gugup karena ini adalah ujian terakhirku di SMA. Pengawas mulai memberikan soal serta lembaran jawaban. Aku mulai mengerjakan soal dengan tenang dan cermat.

    Adapun Artikel yang dapat dijadikan referensi yaitu :
    https://panjinji.wordpress.com/2013/12/05/alinea-dan-pengembangan-alinea-paragraf/
    http://tariarmitaputri.blogspot.co.id/2014/11/pengembangan-alinea.html

    Alinea

    Minggu, 30 Oktober 2016

    1. Pengertian Alinea
         Alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema.

    2. Macam-macam Alinea berdasarkan tujuannya

    • Alinea Pembuka
      Isi alinea pembuka bertujuan mengutarakan suatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan. Sebagai bagian yang mengawali sebuah karangan, alinea pembuka harus dapat difungsikan untuk :
      *menghantar pokok pembicaraan.
      *menarik minat dan perhatian pembaca.
      *menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh karangan.
       
    • Alinea Isi
      Alinea isi merupakan suatu ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah wacana atau karangan. Oleh karena itu, alinea isi merupakan bagian yang esensial dalam suatu wacana atau karangan. Maksudnya adalah alinea isi menjelaskan dengan cara menguraikan bagian-bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskannya harus disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas-asas penalaran yang masuk akal atau logis.
       
    • Alinea Penutup
      Alinea penutup berisi simpulan bagian karangan (subbab, bab ) atau simpulan seluruh karangan. Alinea ini sering merupakan pernyataan kembali maksud penulis agar lebih jelas. Mengingat alinea penutup dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan, penyajiannya harus memperhaitikan hal berikut ini:

      *Sebagai bagian penutup, alinea ini tidak boleh terlalau panjang.
      *Isi alinea harus berisi simpulan sementara atau simpulan akhir sebagai cermin inti seluruh uaraian.
      *Sebagai bagian yang paling akhir dibaca, hendaknya alinea ini dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pembacanya.
    3. Macam-macam alinea berdasarkan letak kalimat utama
    • Alinea deduktif
      Paragraf deduktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal paragraf dan dimulai dengan pernyataan umum yang disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.

      Contoh alinea deduktif :
      Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya, sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya untuk membuka usaha baru.
       
    • Alinea induktif
      Alinea induktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di akhir paragraf dan diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.

      Contoh alinea induktif :
      Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancer. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa merupakan alat komunikasi yang penting, efektif dan efisien.
       
    • Alinea campuran
      Alinea campuran ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir paragraph. Kalimat utama yang terletak diakhir merupakan kalimat yang bersifat penegasan kembali.

      Contoh alinea campuran :
      Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bias maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
    4. Macam-macam alinea berdasarkan isinya
    • Alinea deskripsi
      Alinea deskripsi ditandai dengan kalimat utama yang tidak tercantum secara nyata dan tema alinea tersirat dalam keseluruhan Alinea. Biasanya dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.

      Contoh alinea deskripsi :
      Dari balik tirai hujan sore hari, pohon-pohon kelapa di seberang lembah itu seperti perawan mandi basah, segar penuh gairah dan daya hidup. Pelepah-pelepah yang kuyup adalah rambut basah yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-batang yang ramping dan meliuk-liuk oleh hembusan angin seperti tubuh semampai yang melenggang tenang dan penuh pesona.
       
    • Alinea proses
      Alinea proses ditandai dengan tidak terdapatnya kalimat utama dan pikiran utamanya tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas yang memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi waktu, ruang, klimaks dan antiklimaks.
       
    • Alinea efektif
      Alinea efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri alinea yang baik. Alineanya terdiri atas satu pikiran utama dan lebih dari satu pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang, harus ada koherensi antar kalimat.
    6. Macam-macam alinea berdasarkan jenisnya
    • Eksposisi
      Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.

      Contoh :
      Harga daging sapi di pasar-pasar tradisional meningkat pesat karena dampak dari pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Hampir 80 persen pedagang kehilangan pembeli seminggu terakhir ini. Pedangang mulai merasa rugi karena daging yang tak kunjung terjual.
       
    • Argumentasi
      Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan data/ fakta konsep sebagai bukti atau alasan.

      Contoh :
      Pada kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Kumala Wongso yang dituduhkan sebagai terdakwa serta rekannya Mirna Wayan Solihin sebagai korban bahwasanya Jesicca ditetapka dengan hukuman 20 Tahun penjara, namun pihak Jesicca meminta ajuan banding. Hal tersebut kurang efesien melihat dari proses-proses persidangan yang telah berjalan cukup lama. Karena jaksa dan hakim pasti telah mempertimbangkan segala sesuatu nya berdasarkan bukti-bukti dan saksi yang terlibat.
       
    • Deskripsi
      Gambaran suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasakan atau mendengar hal tersebut.

      Contoh :
      Pulau Lombok, yang berada di Indonesia sangat menarik perhatian para turis, tidak sedikit pendatang yang berkunjung ke pulau yang indah ini. Pasir putihnya yang menawan menyenangkan hati setiap pengunjungnya, pemandangan laut yang terbentang luas pun menyejukkan hati dan perasaan bagi yang melihatnya. Airnya yang bersih menggiurkan pengunjungnya untuk segera mungkin untuk berenang. Memang nuansa yang sangat indah untuk dilihat dan dikunjungi.
       
    • Persuasi
      Karangan yang bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.

      Contoh :
      Andi adalah anak malang yang ditinggalkan orangtua nya ketika dia berumur 2 tahun. Sekarang Andi pun di asuh oleh neneknya yang mulai sakit-sakitan yang dideritanya. Nenek Andi memiliki penyakit kelumpuhan pada kakinya, dan sekarang andi yang berusia 10 tahun itu lah yang meghidupi sang nenek dengan mencari barang-barang bekas untuk dijual agar mereka dapat makan setiap harinya. Rumah mereka pun tak pantas lagi disebut rumah, mengingat hanya ada papan kayu untuk tidur dan atap yang sudah bocor untuk berlindungi. Kita semua berharap agar Pemerintah dapat memperhatikan setiap masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti ini. Dengan demikian, kehidupan masyarakat yang kurang mampu juga dapat terselamatkan.
       
    • Narasi
      Karangan yang berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.

      Contoh :
      Pagi ini aku akan melaksanakan Ujian Nasional, aku pun mulai membaca kembali pelajaran yang telah kupelajari tadi malam. Namun bel tanda ujian akan dilaksanakan pun berbunyi. Aku sangat gugup karena ini adalah ujian terakhirku di SMA. Pengawas mulai memberikan soal serta lembaran jawaban. Aku mulai mengerjakan soal dengan tenang dan cermat

    7. Syarat-syarat Alinea yang Baik
    • Kesatuan paragraf
      Sebuah paragraf dikatakan mempunyai kesatuan jika seluruh kalimat dalam paragraf hanya membicarakan satu ide pokok ,satu topik/masalah. Jika dalam sebuah paragraf terdapat kalimat yang menyimpang dari masalah yang sedang di bicarakan, berarti dalam paragraf itu terdapat lebih dari satu ide atau masalah.
       
    • Kepaduan paragraf
      Seperti halnya kalimat efektif , dalam paragraph ini juga dikenal istilah kepaduan atau koherensi. Kepaduan paragraf akan terwujud jika aliran kalimat berjalan mulus dan lancer serta logis. Untuk itu, cara repetisi, jasa kata ganti dan kata sambung, serta frasa penghubung dapat dimanfaatkan.
       
    • Ketuntasan
      Ketuntasan ialah kesempurnaan. Hal ini dapat diwujudkan dengan:
      *klasifikasi yaitu pengelompokan objek secara lengkap dan menyeluruh.
      *Ketuntasan bahasa yaitu kesempurnaan membahas materi secara menyeluruh dan utuh
       
    • Kelengkapan (Completeness)
      Paragraf yang baik harus memiliki unsur – unsur paragraf yang lengkap diantaranya adalah:
      *Gagasan utama
      Gagasan utama adalah topik utama atau permasalahan yang sedang dibahas dalam suatu paragraf.
      *Kalimat utama
      Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung gagasan utama. Kalimat ini memaparkan apa yang akan dibahas pada paragraf tersebut. Letak kalimat utama di dalam sebuah paragraf bervariasi ada yang terletak di awal yang disebut dengan paragraf deduktif, di akhir yang disebut paragraf induktif maupun di awal dan akhir yang disebut paragraf campuran.
      *Kalimat penjelas
      Kalimat penjelas adalah kalimat – kalimat yang mendukung gagasan utama. Kalimat penjelas perlu untuk ditulis karena kalimat inilah yang akan memberikan alasan yang kuat pada gagasan utama. Kalimat – kalimat ini harus mengandung data berupa fakta, contoh maupun alasan yang jelas.
       
    • Konsistensi Sudut Pandang
      Sudut Pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangannya.
       
    • Keruntutan
      Keruntutan adalah penyusunan urutan gagasan dalam karangan. Gagasan demi gagasan disajikan secara runtut bagaikan air mengalir-tidak pernah putus.
    8. Manfaat Alinea dalam suatu Karangan
    Adapun beberapa manfaat alinea adalah sebagai berikut :
    • Mengekspresikan gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan perasaan ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.
    • Menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran. 
    • Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis dan memudahkan pemahaman bagi pembacanya. 
    • Memudahkan pengembangan topik karangan ke dalam satuan-satuan unit pikiran yang lebih kecil dan 
    • Memudahkan pengendalian variabel terutama karangan yang terdiri atas beberapa variabel.
    Adapun Artikel yang dijadikan pada referensi yaitu :
    https://tsanasnabillah.wordpress.com/tag/manfaat-dan-jenis-alinea/
    http://arifkurnia24.blogspot.co.id/2010/11/macam-macam-alinea.html
    https://agusdwicahyadi.wordpress.com/2015/11/08/pengertian-alinea/

     
    FREE BLOG TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS